free page hit counter

Agus Wibowo, Dulu Remaja Lasak Hobi Balap Motor, Kini Ketua DPRD Bintan

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Belasan tahun yang lalu, dia hanya seorang remaja yang lasak. Seperti remaja lainnya, dia juga hobi memacu adrenalin dengan menarik tali gas sepeda motor sedalam-dalamnya.

Yang namanya ngebut suatu saat pasti jatuh. Lecet-lecet di kulit yang bikin perih bukan hal asing. Patah tulang sudah jadi risiko yang harus diterima.

Remaja lasak itu mungkin pernah mimpi menjadi pebalap hebat. Bukan, sebagai politikus ulung. Namun, Tuhan YME yang punya kuasa. Remaja lasak itu justru tumbuh, dan berkembang serta terkenal sebagai politikus.

Kini, remaja lasak penggemar olahraga pemacu adrenalin itu siap memimpin lembaga legislatif. Agus Wibowo, yang akrab dengan sapaan Awe, dipercaya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bintan.

Awe adalah anak sulung pasangan Hariyadi (Acok) alm – Caskini, yang dilahirkan di Indramayu Jawa Barat, 3 Agustus 1985. Saat ini dia baru berusia 34 tahun, dan segera menjadi Ketua Dewan Bintan.

Akan muncul pertanyaan, mampukah dia memimpin lembaga yang penuh dinamika itu usia muda? Jawabannya simple, dia sudah matang sebagai politikus di usia muda.

Sebelum menjabat ketua dewan, Awe sudah ditempat pengalaman menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan 2014 – 2019, pada usia 29 tahun.

Walau jadi pimpinan sekaligus anggota dewan termuda di Dewan Bintan saat itu. Namun, dia mampu membuktikan dirinya “bukan kaleng-kaleng” yang mudah dimainkan arus.

Suami dari Eis Aswati (anggota DPRD Provinsi Kepri 2019 – 2024), dan ayah dari Venus Ayra Putry, Aisyah Garia Putry serta Myrson Wibowo, justru kerap menjadi penentu kebijakan di Kabupaten Bintan. Semua tak datang tiba-tiba, semua melalui proses panjang.

Satu hal yang tak banyak diketahui orang, Awe adalah figur yang sangat menghormati orang tuanya. Meski saat remaja cukup lasak, tapi dia sangat patuh dengan orang tuanya.

Ayahnya yang merupakan pengusaha sukses, yakni Haryadi alias Acok, adalah mentornya yang pertama. Orang yang sangat dihormati Awe.

Bahkan, saat dia sudah jadi Wakil Ketua DPRD Bintan pun, ke mana-mana dia selalu pamit kepada ayahnya yang dipanggilnya, papa. Apapun yang dialami, dan akan dilakukan juga selalu didiskusikan lebih dulu dengan papanya.

Termasuk saat terjun dari pengusaha tambang ke dunia politik yang penuh dengan intrik, dan dinamis. Yang sulit membedakan mana kawan, dan mana sahabat.

Dukungan penuh dari keluarga ditambah dengan mentor hebat, Awe tumbuh menjadi politikus ulung. Itu pun harus dengan jatuh bangun terlebih dulu.

Persentuhannya dengan politik diawali saat dia ditawari maju sebagai caleg di Pemilu 2009. Awe menolak tawaran karena ingin fokus di bisnis.

Sampai akhirnya datang tawaran mengejutkan di 2012. Saat itu dia ditawari memimpin Partai Demokrat Bintan oleh Apri Sujadi, Wakil Ketua DPRD Bintan saat itu.

Awe menerima tawaran itu setelah mendapat dukungan dari orang tua, dan keluarga besarnya. Dukungan itu juga yang membuatnya bersedia maju sebagai caleg. Karena, awalnya Awe tak mau jadi caleg.

Hanya ada waktu dua tahun bagi Awe, untuk menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2014. Nyatanya, Awe sukses mengantarkan Partai Demokrat meraih enam kursi di Pemilu 2014.

Bahkan, dia sendiri mendapatkan suara terbanyak, dan jadi anggota DPRD Bintan termuda di usia 29 tahun. Rekor yang hingga kini belum terpecahkan oleh siapapun di Dewan Bintan.

Di Pemilu 2019, Awe dan Partai Demokrat sukses mematahkan dominasi Partai Golkar, yang sepanjang sejarah terbentuknya DPRD Kabupaten Bintan selalu merajai Pemilu. Partai ini berhasil meraih delapan kursi atau lebih banyak dua kursi dari Pemilu 2014.

Sebagai juara Pemilu 2019 di Bintan, Demokrat berhak atas kursi ketua dewan. Dan, Awe pun dipercaya SBY selaku Ketum Partai Demokrat untuk menakhodai DPRD Bintan 2019 – 2024.

Mantan pebalap remaja yang lasak itu, kini telah bermetamorfosa menjadi politikus ulung. Usia boleh muda tapi kedewasaan tidak ditentukan oleh usia. Awe membuktikannya. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •