free page hit counter

Pulau Bintan “Gudang” Narkoba Jenis Sabu-sabu

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Hanya dalam waktu sekitar dua bulan, puluhan Kilogram (Kg) narkoba jenis sabu-sabu yang gagal “ekspor” dari Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Belum termasuk ribuan butir pil ekstasi.

Penangkapan dua warga Tanjungpinang EM dan RMH di pelabuhan Belinyu, Bangka Belitung, Jumat (2/8/2019), menambah besar jumlah narkoba jenis sabu-sabu yang “diekspor” dari Pulau Bintan. Yang lolos entah berapa banyak jumlahnya

Kedua orang yang berprofesi sebagai pelaut ini, ditangkap karena membawa sekitar 4 Kg sabu-sabu, dan sekitar 5.000 pil ekstasi. Sesuai KTP-nya keduanya beralamat di Pulau Penyengat, dan Kelurahan Kamboja, Kota Tanjungpinang.

Hanya beberapa hari sebelumnya atau Senin (29/7/2019), DR seorang bidan yang PNS Pemkab Bintan di Dinas Kesehatan, dan bertugas di Puskesmas Seilekop, Bintan Timur, ditangkap.

Baca Juga:

Tersangka Dugaan Korupsi IUP Bauksit Bintan Masih Misterius

2 Warga Tanjungpinang Ditangkap Polisi Babel, Bawa Narkoba Sabu-sabu 4 Kg

Agung Hercules Meninggal, Postingan IG Terakhirnya Penuh Ucapan Duka

Presiden Ingin Jalan Akses menuju Danau Toba Selesai 2020

Bidan DR ditangkap di Bandara Hang Nadim, Batam karena membawa sekitar 204 Gram (Gr) narkoba jenis sabu-sabu. Istri anggota Polres Tanjungpinang ini, berangkat dari Bandara RHF Tanjungpinang.

Lolos dari Bandara RHF, dia tertangkap di Bandara Hang Nadim, Batam. Kini, kasusnya dalam penyidikan Ditresnarkoba Polda Kepri.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri menangkap warga Pulau Bintan, Indra di Pulau Alang, Mantang. Ikut diamankan sekitar 54 Kg narkoba sabu-sabu. Kasusnya masih disidik di Mabes Polri, dan nantinya akan dilimpahkan ke Kejari, Bintan melalui Kejaksaan Agung.

Dari tiga penangkapan itu saja sudah tertangkap sekitar 58 Kg narkoba sabu-sabu dari Pulau Bintan. Itu belum termasuk penangkapan dalam jumlah kecil oleh Polres Tanjungpinang, dan Polres Bintan.

Kesan yang muncul, Pulau Bintan jadi gudang narkoba jenis sabu-sabu. Sedangkan sumbernya diduga dari Malaysia, dan dikendalikan dari oknum warga yang berada di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •