free page hit counter

Bengkel Propeller di Depan Makam Pahlawan Tanjungpinang Bikin Warga Sekitar Mengungsi

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Asia (54), warga Jalan Gatot Soebroto No. 29, RT. 002/RW. 001 Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, terpaksa harus mengungsi meninggalkan kediamannya.

Ia sudah tak tahan lagi dengan aktivitas bengkel propeller atau baling-baling kapal laut. Yang beroperasi persis di depan makam pahlawan Kota Tanjungpinang itu.

bengkel baling baling kapal 2
Asia menunjukkan debu logam yang masuk ke kediamannya . Foto-ady/suarasiber

Selain menimbulkan kebisingan yang memekakkan telinga, debu logam yang dihasilkan dari mesin-mesin gerinda bengkel yang tak memiliki pelang nama resmi itu, beterbangan dan menempel di dinding dan peralatan rumah tangga.

“Saya tak tahu lagi harus melapor kemana? Saya sudah ke Dinas Lingkungan Hidup sampai ke Ombudsman di Batam. Semuanya sudah turun, tapi tidak ada penyelesaian,” kata Asia kepada suarasiber.com, Senin (19/8/2019).

Untuk memastikan keluhan Asia itu, wartawan suarasiber.com melakukan pengecekan di lapangan. Tampak ruko-ruko di sebelah kiri, dan kanan bengkel propeller tersebut memang tutup.

Belum diketahui secara pasti, apakah roko-ruko itu tutup karena tidak nyaman dengan keberadaan bengkel propeller tersebut. Yang pasti, bengkel yang disebut-sebut milik Atek itu, tetap beraktivitas seperti biasa.

Baca Juga:

Sangkar Kenari untuk Harian, Lomba dan Ternak

Berikut Daftar Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan tahun 2019

Menpar Arief Yahya: Lahirkan SDM Unggul Berhati Indonesia

Suara mesin gerinda dan mesin-mesin lainnya bersahut-sahutan memang menimbulkan kebisingan yang luar biasa. Begitu juga aroma logam cukup menyengat di hidung, ditambah lagi debu logam yang tampak menempel di mana-mana.

“Abang bisa merasakan sendiri kan? Suara gerinda dan pukulan martilnya bising sekali. Belum lagi bau dan debu logamnya yang cukup mengganggu. Kita tidak keberatan dia buka usaha, tapi mestinya mereka memikirkan hak orang lain,” ujar Asia. (aip)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •