free page hit counter

Ismeth Abdullah dan Sejumlah Mantan Pejabatnya Bertemu, Suasana Penuh Haru

Loading...

Yang dipilih sebagai tempat reuni bukan hotel atau restoran besar di tengah kota Tanjungpinang, melainkan rumah makan Melayu di sebuah lokasi di Dompak, Tanjungpinang. Ada suka dan tentu saja sedih.

Redaksi – Tanjungpinang

Tak banyak yang tahu karena pertemuan yang berlangsung di ujung Desember 2018 ini memang untuk kalangan terbatas. Terbatas hanya orang-orang yang pernah menjabat sebagai pejabat tinggi di Provinsi Kepri.

Penggagasnya ialah Eddy Wijaya, mantan Sekda Provinsi Kepri saat Gubernurnya Ismeth Abdullah, mantan Ketua Otorita Batam yang kala itu bersanding dengan Muhammad Sani (almarhum) sebagai wakilnya. Dan rumah makan Melayu yang dijadikan tempat melepas kangen milik Said Jafar yang juga pernah menjabat Plt Sekda Provinsi Kepri.

Yang diundang, Ismeth Abdullah melapangkan waktunya untuk memenuhi undangan mantan pejabatnya. Ada juga Risman Bakri, Fauzi Fadil, Syafri Salisman, Amir Faisal. Mereka pernah menjabat sebagai kepala dinas pada zamannya.

Hanya satu orang yang sampai saat ini masih berdinas, yakni Eko Sumbaryadi. Mereka hadir didamping istri masing masing

Begitu melihat mantan anak buahnya, Ismeth Abdullah langsung memuji. “Hebat… hebat,” serunya.

“Tampaknya kami ini memang masih sehat, pak, padahal sebenarnya sudah kena penyakit. Mata pencaharian pun sudah hilang,” seloroh Eddy Wijaya. Lalu senyum tersunging di bibir semua yang hadir.

Baca Juga :

Saat Jam Tidur, Mereka Mulai Bergerak Demi Keselamatan Orang Lain

Sedihnya Pak Bupati Menyaksikan Jalan di Hadapannya Roboh

Dahsyatnya Ombak Robohkan Jalan Selayang Pandang, RS Tarempa Bergetar

Perahu Karet Disiagakan Evakuasi Korban Angin dan Ombak di Jemaja

Sebenarnya, masih ada beberapa mantan pejabat di era Ismeth yang hadir, namun lantaran hari itu kebetulan Ahad, hari libur, ada yang tak bisa datang.

Pelukan antar mantan pimpinan dan anak buahnya pun mengharukan. Sudah sekian lama waktu mengharuskan mereka tak bisa bertemu setiap saat. Berbeda pada zaman itu, para pejabat senantiasa berdiskusi, meminta arahan dari gubernur.

Ismeth sesekali menatap wajah mantan pejabatnya lekat-lekat. Seakan mengingat saat masih berdinas. “Kepala Pak Eddy sampai pelontos kayak gini. Pak Risman dulu paling enjoy sekarang dah kenak encok dan pegal linu. Kalau Pak Said, ini pegawai yang berpikiran swasta. Pak Amir penjelajah,” kara Ismeth bergurau memuji mantan anak buahnya satu persatu.

Pertemuan itu hanya sebentar, namun cukup mengobati kerinduan. Saat Ismeth minta diri, Eddy Wijaya dan teman-temannya melepasnya dengan rangkulan hangat. Semua mata berkaca-kaca, haru.

Lalu ada satu orang lagi yang dari awal mengenakan kacamata hitam. Trio Andana namanya, mantan ajudan Ismeth Abdullah.

“Saya tak mampu menahan air mata. Melihat beliau-beliau saling berangkulan, teringat saat saya masih sama Bapak. Mereka begitu hormat sama Bapak,” bisik Trio. ***

Loading...