free page hit counter

Warga Senayang Masih Harus Menunggu Air Bersih Tahun 2019

LINGGA (suarasiber) – Jaringan pipa sambungan rumah yang dikerjakan mulai 2012 seharusnya sudah tersambung ke rumah-rumah warga tahun 2013. Namun itu tidak dilakukan sehingga waktu enam tahun telah merusak sebagian besar pipa sambungan air bersih untuk warga Kelurahan Senayang, Lingga, Kepri.

Keluhan warga Kelurahan Senayang kini sudah ada di meja para pengambil kebijakan. Pada hari Rabu (26/12/2018) Bupati Lingga, Alias Wello mengadakan pertemuan dengan Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSAM) Kepri di ruang kerjanya. Di sini dibahas solusi penyediaan air bersih untuk wilayah Kelurahan Senayang.

“Masalah fasilitas air bersih yang sudah 6 tahun belum dapat dioperasikan menjadi perhatian Bupati. Beliau juga sudah turun ke lapangan meninjau langsung lokasi,” kata Plt Kabag Kominfo Humas Setda Lingga, Buana F Februari, menyampaikan perkembangan soal air bersih.

Baca Juga :

Irjen Andap: Tak Ada Anak Buah Salah, Selaku Kapolda Kepri Saya Tanggung Jawab

Pejabat Polda Kepri Ngecek Pos Pengamanan dengan Bersepeda

Yuk Ramaikan Waroeng Kopi W&W Fiesta 2019 di Malam Pergantian Tahun

Dari pertemuan antara Bupati dan Satker PSAM diperoleh data sebagai bahan kajian. Yaitu jaringan pipa sambungan rumah yang sebagian besar rusak dimakan usia. Akibat terlalu lama terbiarkan begitu saja, jaringan tersebut pun tak lagi bisa digunakan.

“Solusinya perbaikan pisa sambungan rumah tangga melalui DAK 2019, dengan distribusi Tajur Biru Rp1,2 miliar dan Kelurahan Senayang Rp750 juta. Komitmennya sharing anggaran dari Pemkab Lingga melalui Dinas PUPR,” kata Buana lebih lanjut.

Targetnya, bulan Maret 2019 air sudah mengalir ke rumah. Tentu saja tidak bisa serentak, sambungan yang bisa diselesaikan langsung dialiri air, sementara proses perbaikan juga dilakukan secepatnya sehingga pada akhirnya semua warga bisa menikmatinya.

Kabar ini disambut warga yang sudah menunggu sekian lama. Jika selama ini tak diperoleh kepastian kapan akan diperbaiki, kini mereka lega dengan solusi yang diambil pemerintah. (mat)

Baca Juga:

Enak Saja Curi Ikan di Perairan Natuna, 2 Kapal Asing Digaruk

Tolak Kebun Sawit, Warga Dua Desa Temui Bupati Lingga

Pemasok Narkoba ke Anambas Beralih ke Kapal Pukat Mayang

Residivis Melawan, Sabu-sabu 10 Gram Ditenggelamkan ke Laut Anambas

Bagikan berita
  • 34
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •