Sabtu, 29 November 2025

Pejabat Kemenlu 7 Negara Belajar Konsep Daerah Perbatasan di Natuna

Tayang:


NATUNA (suarasiber) – Peserta Diklat Sesparlu (Sekolah Staf & Pimpinan Kemenlu) Angkatan ke-59 tingkat senior bertandang ke Kabupaten Natuna, akhir Agustus lalu. Sejumlah program yang dikembangkan di sini membuat mereka ingin menjadikan Natuna sebagai salah satu konsep daerah perbatasan yang strategis untuk pembelajaran bagi membangun hubungan antar Negara.

Peserta diklat ini diterima Sekda Natuna, Wan Siswadi, mewakili Bupati yang tak bisa hadir. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai.

Kepada tamu-tamunya, Wan Siswandi menyampaikan terima kasih sudah dikunjungi. Ia pun mengatakan Natuna saat ini tengah menyelenggarakan percepatan pembangunan yang merupakan program dari Presiden Republik Indonesia sebagai implementasi nawacita pembangunan yang dititik beratkan di wilayah pinggiran atau perbatasan.


“Semuanya dilakukan sebagai upaya penguatan pertahanan negara yang tidak hanya dititikberatkan pada bidang pertahanan militer semata. Namun lebih ke pendekatan pertahanan ekonomi masyarakat,” kata Wan Siswadi.

Caranya, melalui optimalisasi sektor kelautan dan perikanan. Yang sudah terwujud adalah pembangunan Sentra Terpadu Perikanan Selat Lampa. Tempat ini, kata Wan lagi, mungkin dapat dijadikan bahan pembelajaran strategi pendekatan ekonomi kerakyatan dan diplomasi antar negara.

Tak lupa ia memaparkan promosi wisata yang memang didukung oleh Pemprov Kepri dan pemerintah pusat. Tak heran jika event wisata di Natuna sengaja didesain bertaraf nasional, bahkan internasional.

“Dengan kunjungan ini, semoga pihak Kementerian Luar Negeri RI juga dapat mendukung upaya percepatan pembangunan sebagaimana yang telah direncanakan, seperti program Geopark maupun optimalisasi sektor maritim sebagai sarana diplomasi internasional,” pungkas Wan Siswadi.

Direktur Sesparlu, June Kuncoro Hadiningrat pun berniat untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu konsep daerah perbatasan yang strategis untuk pembelajaran bagi membangun hubungan antar Negara.

Ke-59 peserta diklat berjumlah 27 orang yang berasal dari tujuh negara, yaitu Kamboja, Vietnam, Peru, Azerbaijan, Guyana, Papua Nugini dan Fiji. Agenda di natuna ialah pengumpulan data lapangan sebagai bahan pembelajaran yang nantinya akan diterapkan di negara asal peserta. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Mau Daftar Sertifikasi Halal Gratis dari Diskop UKM Provinsi Kepri? Klik Linknya di Sini

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan...

Wakajati Kepri Supervisi di Kejari Natuna, dilanjutkan Pemberian Life Jacket dan Sembako kepada Kelompok Nelayan

Suarasiber.com ( Natuna ) - Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi...

Kapolres Natuna Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Deras Disertai Angin Kencang Berpotensi Picu Banjir dan Longsor

Suarasiber.com (Natuna) – Dalam beberapa hari terakhir, langit Natuna...

BMKG Natuna Rilis Peringatan Tinggi Gelombang di Kepri 20–23 Agustus 2025

Suarasiber.com (Natuna) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)...