free page hit counter

Arief, Anak Guru Agama yang Yatim Itu Kini Kabareskrim Polri

Loading...

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Usai menggebrak dan membenahi bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Polri dengan revolusi senyap yang sangat sukses, Irjen H Arief Sulistyanto MSi, jenderal berbintang dua kelahiran Nganjuk, Jatim, 24 Maret 1965 dipercaya menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.

Arief dilantik bertepatan dengan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8/2018) pukul 14.00 di Rupatama Mabes Polri. Anak guru agama yang sudah yatim sejak usia 13 tahun ini, dilantik oleh Kapolri Jenderal Dr H Tito Karnavian, menggantikan Komjen Ari Dono yang dilantik menjadi Wakapolri yang dilantik bersamaan dengan Arief.

Tito, memandu pembacaan sumpah pada kedua perwira tinggi itu. Sumpahnya, adalah menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan kepolisian negara Indonesia.

Komjen Ari Dono dan Irjen Arief mengucapkan sumpah secara Islam saat diangkat sebagai Wakapolri dan Kabareskrim Polri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jumat (17/8/2018). F-istimewa

Keduanya juga disumpah, untuk tidak akan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme saat menjabat.

Arief bukan orang baru di Bareskrim. Bisa dibilang Arief, yang anak kedua dari lima bersaudara ini, kembali ke basisnya sebagai reserse. Sebelum menjabat sebagai As SDM Kapolri, dan Kapolda Kalbar, Arief adalah Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus di Bareskrim dengan pangkat bintang satu (Inspektur Jenderal).

Kapolri saat itu Bambang Hendarso Danuri (BHD) memercayai penuh Arief yang masih berpangkat Kombes, dan belum mengikuti Sespimti serta Lemhanas, untuk membenahi Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dir TP Eksus) yang tengah diguncang skandal Gayus Tambunan. Arief dilantik di posisi super basah sebagai Direktur TP Eksus Bareskrim.

Saat skandal Gayus terungkap Direktorat TP Eksus dirombak habis. Arief membongkar skandal besar itu, dan sejumlah oknum polisi dari pangkat AKP hingga jenderal berbintang satu diproses. Ada yang kena kode etik, dan ada yang kena pidana.

Tak cuma itu, Arief yang menjabat DIrektur TP Eksus selama 4 tahun juga mengungkap sejumlah kasus besar lainnya. Seperti Melinda Dee yang membobol Citibank, kasus Bank Century, dan kasus suap oleh oknum bea cukai dari mafia penyelundup gula.

Jenderal H Tito Karnavian memuji habis sepak terjang Arief saat menjabat sebagai Dir TP Eksus Bareskrim itu. Pujian itu disampaikan secara terbuka dan tertulis di buku Arief Effect.

“Saya kagum dengan kiprahnya selama menjabat sebagai Direktur Ekonomi Khusus, jabatan yang penuh godaan, hampir empat tahun dengan sukses,” tulis H Tito Karnavian di buku itu.

Dari kiri ke kanan, Menteri PAN dan RB, Komjen Syafrudin; Wakapolri, Komjen Ari Dono; Kabareskrim, Irjen Arief Sulstyanto; Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian. F-istimewa

DItambahkan Tito, “Juga kepemimpinannya yang dikenal bersih dan tegas selama 2 tahun sebagai Kapolda Kalimantan Barat. Arief juga banyak membuat terobosan kreatif yang menunjukkan tingkat kecerdasannya di atas rata-rata.”

Saat ditunjuk Kapolri Jenderal Sutarman sebagai Kapolda Kalbar, Arief memberangus mafia tanah Budiono Tan. Juga membongkar mafia penyelundup gula The Iu Sia alias Asia dan Tan KIam Lim alias Alim.

Tak hanya keluar, ke dalam, Arief juga memidana sejumlah oknum perwira menengah di Polda Kalbar yang terlibat korupsi, dan gratifikasi alias menerima suap. Tak hanya dipecat, oknum – oknum perwira menengah itu juga dipidana.

Arief yang murah senyum, dan ramah itu memang dikenal garang. Garang di sikap dan kebijakan terhadap segala bentuk penyimpangan.

Jenderal garang ini masuk Akabri tahun 1987, karena tak punya biaya untuk kuliah. Arief lulus Akpol dengan posisi rangking 4, dan memulai karirnya di reserse, sebagai Kanit Reserse di Polresta Surabaya Selatan.

Arief juga menjabat sebagai Kasatserse di 3 Polres, di Polres Malang, Polres Sidoarjo, dan Polres Pasuruan. Selanjutnya menjadi Kasat Idik – I Subdit III/Dit Tipikor Korp Serse Polri.

Sebelum menjabat sebagai Kasubdit Perbankan Dit II/Eksus Bareskrim, Arief menjadi Kapolres Inhil di Tembilahan, dan Kapolres Tanjungpinang. Setelah itu Arief menjadi Koor Spripim Polri, Direktur TP Eksus Bareskrim, Kapolda Kalbar, As SDM Kapolri.

Dan, sejak 17 Agustus 2018, Arief kembali ke dunia reserse dan kriminal sebagai Kepala Bareskrim. Selamat dan sukses jenderal, semoga selalu dalam lindunganNya. (mat}

Loading...