free page hit counter

Mengawal Bibit Unggul Perwira Polri melalui Program Management Talent

Loading...
Revolusi Senyap di Mabes Polri
TANJUNGPINANG (suarasiber) – Tak hanya mengubah sistem rekrutmen masuk Polri, revolusi senyap di dapur Mabes Polri juga mengubah sistem setelah lulus jadi polisi. Perubahan dimulai di Akademi Kepolisian (Akpol).
Para alumni terbaik Akpol tahun 2017 mengikuti program management talent dengan narasumber Irjen Arief Sulistyanto. f-ist

Alumni terbaik Akpol yang di tahun-tahun sebelumnya mendapat posisi di Polda-Polda di Pulau Jawa, kini disebar ke seluruh Polda di Tanah Air dari Aceh sampai Papua. Penempatannya diatur sehingga ada yang terbaik (lulusan) – sedang – bawah.

Usai? Belum! Khusus untuk para alumni Akpol terbaik akan terus diberi tambahan pendidikan khusus.

Tambahan pendidikan khusus untuk para calon Kapolri di masa depan ini, dilaksanakan rutin setiap 3 bulan. Yang ditaja oleh SSDM Mabes Polri, yang dipimpin Irjen Pol H Arief Sulistyanto MSi, As SDM Kapolri.

Diawali dengan alumni Akpol 2017 di Semarang dari 16 – 18 Juli 2018. Ada 36 alumni terbaik yang sudah bertugas di seluruh Polda di Tanah Air, yang dipanggil dan dikumpulkan, untuk mengikuti diskusi dan pelatihan dalam program Management Talent.

“Langkahmu Hari Ini Menentukab Masa Depanmu” menjadi tema kegiatan ini.

Menurut Arief, melalui program ini, kader-kader terbaik Polri diarahkan dan dijaga, diawasi dan dibimbing.

Mereka juga diberikan bekal, imbuh Arief,  melalui tranformasi nilai-nilai leadership, etika profesi, dan nilai kebajikan sebagai pemimpin. Supaya mereka tidak merasa dilepaskan di hutan belantara.

“Satu langkah perbaikan yang konkrit akan sangat berarti, ketimbang banyak rencana yang retorik. Demi Polri yang lebih baik,” kata Irjen Pol H Arief Sulistyanto MSi menjawab suarasiber.com, kemarin.

Materinya pelatihan ini, ujarnya, terutama tentang leadership dan followership serta attitude. Kemudian, transformasi nilai-nilak leadership, etika profesi, etika komunikasi dan nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin

Jadi, mereka tidak hanya diberikan bekal menjadi pemimpin yang baik saja. Akan tetapi juga menjadi follower (bawahan) yang baik.

“Di setiap Polda ada 1 dari 36 lulusan terbaik sebagai tim leader dari teman-temannya yang ranking di bawahnya,” jelas Arief.

Ditambahkannya, kebijakan penempatan dilakukan dengan memperhatikan penerataan kemampuan. Supaya semua Polda memiliki kemampuan yang sama. (mat)

Loading...