free page hit counter

Tes Taruna Akpol, Panitia dan Peserta Sama-sama Disumpah

Loading...

JAKARTA (suarasiber) – Seluruh Polda melaksanakan tes psikologi calon Taruna Akpol, Senin (16/4/2018). Ada 33 Panitia Daerah (Panda) dan 2 Subpanda yakni Kalimantan Utara dan Raja Ampat. Jumlah peserta 6.061 orang, memperebutkan 250 kursi Akpol.

Kemampuan diri sendiri, kejujuran dan kerja keras lebih penting ketimbang mencari cara kotor diterima sebagai Taruna Akpol. Cara-cara kotor adalah rekrutmen zaman dahulu, sekarang sistemnya clear and clean. F-ist

Rilis yang dikirimkan Ass SDM Kapolri, Irjen Arief Sulistyanto kepada suarasiber menyebutkan, Akpol merupakan pendidikan pembentukan pertama calon perwira Polri yang bertujuan membentuk first line supervisor dan calon pemimpin Polri masa depan yang pofesional dan modern.

Dimensi yang dinilai dalam tes psikologi Akpol tahap pertama, meliputi kecerdasan, kepribadian dan sikap kerja. Sedangkan untuk tahap kedua adalah tes kesehatan mental. Selanjutnya setelah calon dinyatakan lulus pada tingkat daerah akan dilanjutkan mengikuti tes tingkat pusat di Akademi Kepolisian Semarang.

Kejujuran menjadi hal penting saat melamar sebagai calon Taruna Akpol. F-ist

Sebelum pelaksanaan tes seluruh panitia dan peserta melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan diambil sumpah. Panitia tingkat pusat dan daerah mengucapkan sumpah atas nama Allah SWT Tuhan YME bahwa akan melaksanakan seleksi dengan penuh tanggung jawab, jujur, objektif, cermat dan teliti dalam setiap obyek pemeriksaan.

Tidak akan mengubah, merekayasa, KKN dan melakukan penyimpangan karena akan mendapat tindakan hukum yang tegas berupa kode etik maupun pidana.

Surat sakti, sogokan dan sistem rekrutmen yang kotor tak lagi berlaku untuk tes masuk Polri tahun tahun belakangan ini. F-ist

Sedangkan para peserta mengucapkan sumpah bahwa mereka akan bersungguh sungguh mengikuti sistem seleksi pendidikan berdasarkan kemampuan sendiri dengan jujur dan bertanggung jawab. Tidak akan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma seleksi dalam bentuk mencari, meminta atau menggunakan dukungan pihak lain untuk meluluskan dirinya. Seperti katebelece, sponsoship dan sebagainya.

Apabila melanggar sumpah bersedia didiskualifikasi dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesungguhan Panitia dan peserta untuk melaksanakan seleksi ini dengan sebaik-baiknya.

Bukan hanya panitia, peserta tes calon Taruna Akpol juga disumpah untuk tidak berbuat curang. F-ist

Seleksi calon Taruna Akpol ini dilaksanakan melalui dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan oleh Panda dan Subpanda. Materi ujianya meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan psikologi, pemeriksaan kesehatan, tes akademik, kesamaptaan jasmani dan penelusuran mental kepribadian (PMK). Seleksi dilaksanakan dengan sistim gugur, artinya calon peserta yang dinyatakan gugur tidak boleh mengikuti tes berikutnya.

Tahap kedua dilaksanakan oleh panitia pusat yang akan dilaksanakan di Akpol Semarang. Kompetisi cukup ketat, untuk mendapatkan calon peserta didik yang berkualitas panitia seleksi bertekad melaksanakan tes secara bersih, transparan, akuntabel, humanis serta clear and clean.(mat)

Loading...