free page hit counter

Butuh 350, Pendaftar Cuma 110, Nyali Generasi Muda Dipertanyakan

Loading...

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau menyeleksi peserta Pertukaran Pemuda Antarnegara, Kapal Pemuda Nusantara, Kirab Pemuda dan Kapal Pemuda Kepri tahun 2018. Hasilnya, mengecewakan.

Seleksi untuk wilayah Tanjungpinang ini dilaksanakan Minggu (22/4/2018) di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak. Sehari sebelumnya, dilakukan seleksi untuk wilayah Kota Batam.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, Meifrizon kecewa lantaran jumlah peserta dari Batam dan Tanjungpinang hanya 110. Jumlah ini terlalu rendah karena dibutuhkan sedikitnya 350 pemuda. Padahal dari 110 yang ikut tes, tidak semuanya lolos.

Suasana seleksi Program Kirab Pemuda dan Kapal Pemuda Kepri 2018 di Kantor Gubernur Kepri, Dompak. F-ist

Ia tak habis pikir, begitu banyak perguruan tinggi yang ada. Namun yang mendaftarkan diri sangat sedikit. Awalnya, ia membayangkan kegiatan ini akan diserbu pelamar.

“Informasi dari teman – teman panitia, saat roadshow ke berbagai perguruan tinggi pesertanya luar biasa, berkisar 50-an mahasiswa per kampus. Sangat saya sayangkan, yang punya nyali untuk tes hanya segini. Yang lain pada kemana?” tanya Kadispora.

Ia berharap seleksi yang dilakukan pihak lain seperti Mahapala sesuai harapan. Dengan demikian jika dijumlahkan akan tercapai kuota 350 peserta. Ke-350 peserta ini akan dibagi ke berbagai kegiatan seperti disebutkan di atas. Tergantung pilihan apa yang diceklis saat mendaftar.

Salah satu kegiatan, yakni Kirab Pemuda dan Kapal Pemuda Kepri tahun 2018, peserta akan dibawa berlayar sampai ke Pontianak. Selama perjalanan, banyak kesibukan yang harus dikerjakan untuk membentuk karakter generasi muda Indonesia yang tangguh dan unggul di berbagai medan.

“Akan banyak lagi kegiatan bermanfaat nanti. Banyak potensi lautan kita yang belum tergarap. Semoga perjalanan nanti memberikan tambahan wawasan dan kalian bisa mengharumkan nama Kepri. Bukan hanya bidang olahraga, melainkan kepemudaan juga,” pesan Meifrizon.

Kadispora juga menginginkan mereka yang nanti lolos benar-benar memenuhi syarat. Bersaing dengan fair untuk mendapatkan peserta terbaik sebagai duta Kepri.

Program ini dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Di tingkat Provinsi Kepulauan Riau, pengelolaan administrasi program pertukaran tersebut secara resmi ditangani oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri bekerja sama dengan
Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) sebagai organisasi perhimpunan alumni program pertukaran.

PCMI sendiri merupakan organisasi independen yang didirikan oleh beberapa alumni pertukaran pemuda antar negara di Indonesia di tahun 1977. Di tingkat nasional, PCMI dikordinasi oleh sebuah panitia pusat yang berkedudukan di Jakarta. Sementara di tingkat provinsi, kegiatan PCMI dilaksanakan oleh pengurus daerah masing-masing. ***

Kiriman Silha Wildania Utami – UMRAH

Loading...