free page hit counter

Pulau Basing, Ikon Wisata Eksotis di Tanjungpinang

pulau basing dompak
Foto – picdeer.com/aprilyaeka

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Pulau Basing, mungkin nama ini kurang populer atau bahkan tidak populer sama sekali. Bahkan bagi kalian yang tinggal di Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Sementara kalau Pulau Dompak agaknya langsung terbayang pusat pemerintahan Kepri. Padahal, ini hanya sepelemparan batu dari Dompak.

Selama ini warga Tanjungpinang akan pergi ke Pantai Trikora di Kabupaten Bintan untuk menikmati liburan pendeknya. Jaraknya, uh jauh sekali, berpuluh-puluh kilometer. Sejak Tanjungsiambang diperkenalkan oleh warga Dompak, pantai ini pun menjadi primadona baru.

Sebenarnya ada pantai menarik lain di kawasan Dompak. Lebih jauh ke dalam, ada Tanjungsetumu. Suarasiber pernah mengunjungi tempat ini, dipandu penggagas Pokdarwis (kelompok Sadar Wisata) Dompak, Dodi. Beberapa sudutnya menawarkan pesona alam yang sangat kuat.

Ada batu berlubang, ada bibir pantai yang curam dengan pemandangan deburan ombak di bawahnya. Atau sekadar mencari tempat untuk bermalam di bawah tenda.

“Tetapi sayang, jalannya membuat orang enggan untuk datang meski ujungnya ketemu pantai indah ini. Air bersih juga harus dicari sumbernya,” ujar Dodi kala itu.

Dengan alasan itulah Pulau Basing Dompak berpeluang menjadi ikon wisata baru di Tanjungpinang.

Sedikit tentang Pulau Basing

Foto – piradidnews.com

Pulau Basing berada persis di depan Pantai Tanjungsiambang yang masuk wilayah Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Keindahannya sudah pasti, apalagi dengan alamnya yang masih perawan, layak untuk kalian kunjungi.

Secara keseluruhan, Dodi memperkirakan luas pulau ini 20 hektare. Namun yang bisa dinikmati paling luas 100-an meter peresgi. Ini pun setelah dibersihkan oleh warga. Sepanjang pantai terlihat pasir putihnya. Pantai berpasir putih adalah daya tarik tersendiri.

Seperti White Sands di kawasan Pantai Trikora Bintan. Orang rela membayar perahu untuk masuk ke sana. Tak boleh membawa makanan sendiri.

Selain itu, daya tarik yang tak dimiliki pantai lainnya ialah penjara kuno. Kabarnya, penjara ini dibangun oleh penjajah Belanda.

“Pulau Basing Kepri ini bisa menjadi destinasi wisata sejarah,” ujar Dodi.

Jangan khawatir, kehadiran penjara kuno bukan alasan untuk takut ke sini. Lihatlah fasilitas sederhana yang justru menyatukan Anda dengan alam Pulau Basing. Ada pondok, tempat duduk dan sudut keindahan yang instagramable.

Kawasan Sejarah di SK Wali Kota

sejarah pulau basing
Foto – picdeer.com/aprilyaeka

Saat memasuki pulau ini, terlihat pelang nama bertuliskan Kawasan Sejarah dan Cagar Budaya Benteng Pulau Basing. Hal tersebut dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Tanjungpinang yang kala itu dijabat Lis Darmansyah.

Di sini terlihat benteng yang disusun dari tembok bata yang memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter hingga 3 meter. Tidak jauh dari benteng tersebut, terdapat sebuah ruangan dengan ukuran 3 x 4 meter. Konon, ruangan yang ada di tengah inilah yang disebut-sebut sebagai penjara.

Soal sebutan penjara masih belum disepakati. Karena ada juga yang meyakini itu rumah pengasingan, meski secara fungsinya tetap saja penjara. Mereka yang menyebutnya rumah pengasingan memiliki dasar.

Yakni terdapatnya sebuah sumur tua yang masih ada airnya. Terdapat tangga di sisi kanan dan kirinya. Kalian bisa naik ke sini untuk melihat-lihat.

Bahkan ada yang beranggapan pulau ini merupakan tempat bersemedi atau tempat pengasingan raja. Dan yang terbaru, berbagai penelitian ilmiah menyatakan Pulau Basing adalah pulau yang memiliki fungsi sebagai pengawasan lalu lintang kapal ke Nusantara. Kapal ini akan melintasi Selamat Malaka terlebih dahulu.

Hal ini diperkuat dengan adanya arsip dari perjanjian antara Belanda dan Inggris atau yang lebih dikenal dengan nama Traktaat London 1824. Berdasarkan perjanjian tersebut, Belanda diharuskan untuk memperkuat daerah perbatasan di antara wilayah kekuasaannya dan wilayah kekuasaan Inggris. Yaitu Tanjungpinang dan Singapura. Oleh karena itulah, Belanda membuat benteng pertahanan guna mengawasi kegiatan atau pelayaran yang terjadi di pulau tersebut.

Bagaimana ke Pulau Basing?

pulau basing kepri
Foto – dodi/pokdarwis dompak

Lupakan saja perdebatan soal penjara atau pengasingan atau bangunan kuno yang ada di Pulau Basing. Sejarah Pulau Basing adalah misteri yang sampai sekarang masih diteliti. Sekarang akan diulas bagaimana agar kalian bisa sampai ke tempat ini?

Jika Anda sudah sampai di Tanjungpinang, pergi saja ke Pelabuhan Tanjungsiambang. Dari sini tinggal naik pompong yang ditambatkan para penambang. Waktu tempuhnya tak lama, kurang lebih 10 menit. Dan selamat datang di Pulau Basing.

Selain pompong, tak ada moda transportasi lainnya untuk ke sana. Pulau Basing adalah pulau tak berpenghuni, jadi kalian juga tak perlu merogoh kocek untuk tiket masuknya. Yang diperlukan adalah kearifan untuk tetap menjaga alam yang ada.

Selamat berwisata ke Pulau Basing. (man)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •