free page hit counter

Pasha: Kami Diperlakukan Baik, Tetapi Kami Punya Keluarga

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Kurang lebih 350 orang pencari suaka melakukan unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan International Organization for Migration (IOM) Jalan Peralatan Tanjungpinang Kepulauan Riau, senin (5/8/2019)

Saat dimintai keterangan, seorang pengunjuk rasa asal Sudan yang juga fasih berbahasa Indonesia, Al Zoubier Pasha (30) mengatakan aksi digelar agar IOM segera memberikan solusi masa depan para pencari suaka.

Pasha mengaku sudah empat tahun berada di Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan, Kepri. Sebelumnya ia dan pencari suaka lain tinggal di Rudenim selama tiga tahun. Mereka berasal dari Somalia, Sudan, Pakistan dan Afghanistan.

Hingga kini, kata Pasha, belum belum juga ada kejelasan. “Kami juga ingin kehidupan yang layak seperti yang lainnya, mendapatkan pendidikan, pekerjaan kami juga punya keahlian tapi kami merasa tidak bebas seperti layaknya warga pada umumnya,” tuturnya.

Unjuk rasa yang dimulai pukul 09.00 WIB dikawal personel Polres Bintan dan Polres Tanjungpinang.

Baca Juga:

Komjen Arief Sulistyanto: Caba Baru Polri 2019, Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Minuman Kesehatan dari Kelapa Bakar, Coba, Yuk!

Setiap Masalah Hendaknya Dibicarakan Secara Kekeluargaan

Jurnalis Cup Bukti Keseriusan Wartawan Dukung Olahraga

“Berulang kali kami di berikan janji untuk diberangkatkan ke negara ketiga, namun sampai sekarang masih belum berangkat juga,” katanya.

Ia dan teman-temannya tidak menuntut harus tinggal di negara ketiga seperti Kanada, Australia atau Amerika. Mereka bersedia tinggal di negara lain asalkan diperlakukan seperti warga negara sendiri.

Pasha berterima kasih kepada warga negara Indonesia. “Warga Negara Indonesia memperlakukan kami dengan baik. Tetapi kami juga punya keluarga yang harus kami bantu. Tidak mungkin kami di sini hanya makan dan tidur sementara nasib keluarga kami tak tahu,” urainya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Frangky Lukitama tidak bisa memastikan kapan para pencari suaka itu akan di diberangkatkan,

“Kami masih menunggu keputusan atau tindak lanjut dari Kapolres Bintan,” ujarnya. (mft)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •