free page hit counter

Mbah Moen Meninggal Usai Salat Subuh di Mekah

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Ulama besar kharismatik, Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen meninggal dunia di Mekah Al Mukaromah, Selasa (6/8/2019) pukul 04.30 waktu Arab Saudi. Pimpinan Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang, Jateng, ini meninggal usai menunaikan Salat Subuh.

Mbah Moen menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Ann Nur, Mekah. Tidak ada tanda bahwa beliau tengah sakit.

Bahkan, malam sebelum meninggal, Mbah Moen masih sempat menerima kedatangan Duta Besar Indonesia di Saudi Arabia, Agus Maftuh Abegebriel.

Salah satu tokoh nasional yang mengunggah berita duka ini adalah Mahfud MD.

Mbah Moen lahir di Rembang pada 28 oktober 1928. Beliau merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Ayahnya merupakan murid dari Syaikh SaĆ­d al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Baca Juga:

Tak Hanya Mahasiswa UMRAH yang Didukung, Semua Kampus!

Telur Semut Rangrang dan Kisah Haru Kakek 75 Th

Pasha: Kami Diperlakukan Baik, Tetapi Kami Punya Keluarga

Latar belakang pendidikan agama Mbah Moen sangat kuat dipengaruhi orang tuanya. Untuk menuntut ilmu, Mbah Moen mengaji di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain Kiai Abdul Karim, Mbah Moen juga diasuh Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Salah satu pesan dari Mbah Moen ialah, bahwa dakwah selayaknya dilakukan secara damai, tak perlu keras dan galak. Menurutnya, kondisi hari ini berbeda dengan zaman perang di era sebelum kemerdekaan. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •