free page hit counter

Komjen Arief Sulistyanto: Caba Baru Polri 2019, Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Sekitar 8.875 orang calon bintara  (caba) Polri 2029 masuk ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri dari 8.475 orang caba pria, dan 400 orang caba Polwan.

Mereka adalah yang terbaik, dan lolos seleksi Secaba Polri, yang diikuti sekitar 160 ribu orang peserta dari seluruh Indonesia. Mereka memasuki gerbang SPN dengan penuh semangat, dan diterima oleh para Kepala SPN.

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri (P2BP), ini akan dibuka secara serentak pada tanggal 6 Agustus 2019. Para peserta didik yang bersumber dari lulusan SMA dan SMK (bidang kompetensi tertentu), akan menjalani P2BP Tugas Umum di seluruh SPN dalam masa tujuh bulan.

Serangkaian kegiatan tradisi pendidikan yang lebih berorientasi pada pendekatan humanis. Dan, penanaman sosok anggota Polri yang melayani serta melindungi akan dilaksanakan. Baik dalam kurikulum pengajaran maupun pengasuhan.

Hilangkan Tradisi Kekerasan dan Otoriter

Tradisi kekerasan, dan otoriter dihilangkan. Diubah dengan pola perilaku yang komunikatif, dan demokratis. Namun, tetap tegas dalam bersikap, cerdas dalam berpikir, dan bertindak.

Komisaris Jenderal (Komjen) H Arief Sulistyanto, Kalemdiklat Polri, menyatakan bahwa jajaran Lemdiklat Polri telah mempersiapkan kurikulum baru. Yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat. Dan, tantangan baru khususnya menghadapi revolusi industri 4.0.

Baca Juga:

Setiap Masalah Hendaknya Dibicarakan Secara Kekeluargaan

Jurnalis Cup Bukti Keseriusan Wartawan Dukung Olahraga

Andamas Tour & Travel Resmikan Kantor di Tanjungpinang

“Superman” Juarai MotoGP Ceko 2019

“Revolusi 4.0 mengubah tata perilaku masyarakat. Menjadi semakin kritis, semakin cepat dan semakin transparan. Sehingga bisa dikatakan no place to hide,” kata Arief kepada suarasiber.com, Senin (5/8/2019).

Oleh karena itu, ujar Arief, Polri di samping dibekali dengan kemampuan IT, juga harus bisa mengadaptasi perubahan tersebut.

Polri tidak boleh salah bertindak, siap dikritik, dan dikoreksi. Kemudian, akuntabel, dan menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi dengan cepat, tepat dan tuntas.

Bintara Tulang Punggung Polri

Ditambahkannya, dalam program pendidikan harus diadopsi dalam kurikulum pendidikan sesuai tingkatannya.

“Pola pendidikan, dan pengasuhan terhadap para siswa juga disesuaikan dengan pendekatan sesuai generasi  mereka, yaitu generasi milenial,” jelas Arief.

Perubahan ini, beber Arief, harus dilakukan untuk merespon perkembangan zaman. Supaya Polri bisa semakin adaptif dengan perubahan masyarakat. Mengingat, para bintara ini merupakan tulang punggung pelaksana tugas Polri di lapangan.

“Sekitar 80 persen komposisi personel Polri, adalah para bintara. Sehingga, dalam proses pendidikan, dan latihan kali ini betul-betul diintensifkan. Untuk membentuk mereka, menjadi bintara Polri profesional yang berintegritas tinggi,” jelas Arief.

Ditambahkannya, bahwa visi pendidikan Polri, adalah untuk membentuk SDM Polri yang unggul, dan kompetitif. Hal ini selaras dengan visi Presiden Joko Widodo, yaitu membangun SDM yang unggul untuk mewujudkan Indonesia maju. (mat)

Berikut Video Serah Terima Calon Siswa Diktuk Bintara Polri T.A 2019 SPN Polda Banten

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •