free page hit counter

Air Waduk Memprihatinkan, Ini Langkah BP Batam

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Kebutuhan air bagi warga Batam menjadi hal pokok yang dinanti solusinya. Badan Pengusahaan (BP) Batam pun menggesa program revitalisasi sejumlah waduk yang ada di kota ini.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan, pertemuan dan rapat internal guna mencegah krisis air di Batam terus diintensifkan untuk memberikan kepastian kebutuhan air baku bagi masyarakat.

Disampaikannya, kondisi sejumlah waduk sudah memprihatinkan dan diprediksi tidak mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan penduduk Kota Batam yang kian hari semakin bertambah.

Binsar mengakui BP Batam terus berkoordinasi dan membahas secara mendalam persoalan ini. Koordinasi dilakukan dengan Ditjen Sumber Daya Air dan Kementerian PUPR.

“Kita masih membahas berkoordinasi lanjutan guna melakukan revitalisasi waduk-waduk yang ada di Batam,” kata Binsar, seperti dilansir suarasiber.com dari kabarbatam.com, Jumat (14/6/2019).

Program revitalisasi waduk ini, sebut Binsar, sangat penting. Kenyataannya telah terjadi pendangkalan di beberapa bagian, sehingga membuat waduk penyuplai air baku sudah sangat meresahkan. Salah satunya Waduk Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Saat ini, BP Batam sudah menyurati Kementerian PUPR untuk kepastian kajiannya dan dokumen lelangnya, kemudian Departemen Kehutanan, serta DLHK Provinsi Kepri untuk Amdalnya.

Jika surat tersebut sudah direspon, secara langsung BP Batam akan melakukan proses pengerjaan fisiknya. Sehingga semua keluhan masyarakat terkait kebutuhan air baku bisa ditanggulangi secepatnya.

BP Batam kata Binsar tak ingin berlama-lama, karena hal ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat Batam dan menjadi prioritas institusi tempatnya bekerja juga.

Sekadar informasi, Waduk Sei Harapan yang memiliki total kapasitas mencapai 3,6 juta meter kubik (m3) tersebut, sudah mengalami sendimentasi hampir 1 juta m3.

Dari 1 juta m3 sendimentasi tersebut jika dikeruk ke darat setidaknya membutuhkan lahan seluas 10 hektare dengan tinggi tumpukan mencapai 10 meter. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •