free page hit counter

Sungut Gada, Si Lampu di Laut Dalam

Rahma Sarita

Laut dalam ternyata juga memiliki hal menarik untuk dilihat loh. Hal ini dimulai semenjak penjelajah laut dalam pertama kali dilakukan seratus tahun yang lalu, hanya 1% wilayah yang sudah tereksplorasi hingga kini.

Bahkan kita saja masih banyak yang lebih mengenal permukaan laut dibandingkan laut dalam. Eksplorasi laut dalam dimulai sejak tahun 1850-an oleh ilmuwan Biologi Norwegia, Michael Sars.
Itulah permulaan dari perjalanan laut dalam. Sejak dimulai penyelaman itu banyak hal baruyang ditemui oleh peneliti hingga kini.

Laut dalam memiliki mahluk hidup yang sangat unik dan cukup mengerikan. Tahukah kamu? Dari beberapa mahluk yang ada di laut dalam, ikan Sungut Gada sangat unik dan mengerikan.

Ikan Sungut Gada berkepala dan bermulut sangat besar. Ikan Sungut Gada juga merupakan ikan yang memiliki julukan yaitu si buruk rupa karena ikan ini memiliki wajah yang paling buruk diantara ikan laut dalam.

Tapi ikan ini memiliki sesuatu yang sangat unik, yaitu sesuatu yang menjuntai menyerupai pancingan di kepalanya dan yang lebih mengesankan adalah juntaian ini bercahaya.

Ikan Sungut Gada berasal dari filum Chordata, kelas Actinopterygii, salah satu anggota dari ordoLophiiformes. Ordo ini merupakan sebutan untuk ikan – ikan untuk bertulang belakang sejati yang berkarakteristik predator dan ditandai dengan ciri “alat pancing” yang menyembul dari kepala untuk mengecoh mangsa.

Dalam Laphiiformes ciri ini memiliki nama panggilan, yaitu Anglerfish atau dalam Bahasa Indonesia dikenal Sungut Gada. Ordo Lophiiformes terdiri dari lima subordo karnivora bertubuh unik yang tersebar diselruh dunia diantaranya Lophioidei, Antennarioidei, Chaunacoidei (sea toads), Ogcocephaloidei ( batfish) dan Ceratioidei.

Beberapa diantaranya menghuni wilayah plagis sehingga memiliki tubuh ramping ( laterally compressed ) untuk memudahkan berenang dilaut lepas. Sebagian lagi hidup sebagai mahluk bentik didasar perairan. Di bagian ini memiliki tubuh pipih dilengkapi mulut yang besar untuk menangkap mangsa.

Sungut gada sendiri berasal dari subordo Ceratioidei yang menghuni laut dalam yang miskin cahaya matahari. Karna minim akan matahari tersebut membuatdasar laut jarang terdapat makanan sehingga ikan – ikan penghuni laut dalam sering saling memangsa.

Ikan Sungut Gada memiliki hal yang unik dalam memangsa. Mereka menggunakan lampu atau cahayanya untuk menarik mangsa ketika mangsa mulai tertarik dan mendekati mereka akan menggiring kedalam mulut nya.

Mangsa ikan Sungut Gada adalah ikan – ikan kecil karena mereka tertarik dengan cahaya. Bahkan jika ikan Sungut Gada mendapat mangsa yang besar dia mampu menampung karena memiliki perut yang elastis.

Juntaian ikan Sungut Gada ini ternyata terdiri dari jutaan bakteri. Tapi yang memiliki jntaian bercahaya ini hanya Sungut Gada betina. Sungut Gada jantan tidak memiliki juntaian tersebut. Ikan Sungut Gada memiliki tubuh yang lebih berat dari air sehingga berenangnya pun lebih lambat.

Karena tidak dapat berenanng lebih cepat dari ikan biasanya tapiIkan Sungut Gada ini juga dapat berjalan didasar ataupun memanjat ganggang laut dengan sirip perutnya. Sungut Gada jantan memiliki tubuh yang kecil dibandingkan Sungut Gada betina.

Untuk mendapatkan makanan mereka akan menggigit dan menghisap darah dari Sungut Gada betina. Biasanya Sungut Gada jantan akan tinggal atau menempel pada betina sebagai parasit.

Baca Juga:

Kapolres Ucok: Pemulung Berperan Memelihara Kebersihan

GMKI Tanjungpinang Tolak People Power

Imagine Dragons “Bakar” Final Liga Champions 2019

Semuanya Serba Bersama, Mari Kita Syukuri

Hal mengenai Sungut gada jantan ini menimbulkan banyak pertanyaan. Hingga pada 1938, William Beebe, seorang ahli biologi Amerika, mengungkap bahwa Sungut Gada jantan mengandalkan penciuman yang tajam untuk membaui feromon betina.

Saat jantan menemukan betina dia akan langsng menggit perut sang betina. Selanjutnya, aliran darah dan nutrisi dari tubuh betina akan mengaliri tubuh sang jantan. Beebe yang tadinya berfikir bahwa dugaan itu hanya terjadi di film-film fiksi.

Namun dia menemukan hala tersebutbahkan setengah tak percaya pada apa yang ditemukannya. Meelanocetus johnsonii adalah jenis Sungut Gada dari kedalam +/- 1000 m dan merupakan contoh Ceratoidei yang reproduksinya beradaptasi seperni ini.

Pengetahuan tentang ikan ini masih sangat minim. Selain hanyaberperan ekologis selaku top predator di laut dalam, tak banyak yang bisa diketahui tentang ikan Sungut Gada dari laut dalam ini. Ikan- ikan laut dalam terbiasa dengan tekanan tinggi sehingga akan segera mati jika diangkat kepermukaan dan ini memperkecil penelitian terhadapnya.

Namun ada beberapa ikan Sungut Gada dari family Laphiidae memiliki nilai ekonomis yang tinggi, yaitu Lophiuslitulon, Lophiussetigerus( blackmouth ), dan Lophius piscatorius. Ikan – ikan tersebut termasuk dalam daftar makanan bergengsi di Jepang, Korea, dan beberapa Negara Eropa. ***

Sumber foto: tiefsee.senckenberg.de

Penulis Rahma Sarita, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Program Studi Ilmu Kelautan, NIM 180254241005

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •