free page hit counter

Spirulina, Si Hijau dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Tahukah anda ternyata Spirulina ini merupakan salah satu jenis plankton, lho. Spirulina pacifica adalah spesies yang terbaik, karena mengandung berbagai macam antioksidan, dari antioksidan biasa hingga antioksidan terbaik : Betakaroten, Klorofil, Xantofil, Fikosianin, C-Axantin dan SOD (Superoxide Dismutase).

Manfaat Spirulina

  • Protein 4X Daging Sapi
    Kandungan Asam Amino dalam Spirulina selaras dengan rekomendasi FAO (Food & Agriculture Organization). Penyakit degeneratif seperti jantung, ginjal, hati dan kanker dapat muncul antara lain karena kurangnya asupan asam amino pada kurun waktu yang relatif panjang karena terhambatnya regenerasi sel.
  • Zat Besi 60-68X Bayam
    Zat besi diperlukan dalam darah untuk mengikat dan membawa oksigen. Wanita umumnya rawan resiko anemia zat besi karena secara berkala mengalami menstruasi. Demikian juga dengan wanita hamil yang memerlukan zat besi lebih banyak untuk pertumbuhan janin.
  • Klorofil 2X Alfalfa
    Meningkatkan pertahanan tubuh, membersihkan darah, anti septic, pembentukan sel darah merah, membuang racun.
  • Kalsium 5X Susu Sapi
    Membantu fungsi jantung, memelihara tekanan darah, membantu pertumbuhan tulang dan gigi, menguatkan tulang, mencegah osteoporosis, membantu menetralkan keasaman tubuh.
  • Selenium dan Zinc
    Menghambat proses penuaan, membantu masalah menopause, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker, meningkatkan produksi sperma yang sehat dan aktif, menguatkan tissu jantung, memelihara fungsi ginjal, memelihara prostat, memperbaiki daya seksual.
  • Vitamin B1
    Kandungan Vitamin B1 dalam 10 tablet Spirulina = 3 mangkok nasi = 5 ekor ikan tuna ukuran sedang. Memelihara proses metabolisme protein, lemak dan karbohidrat; membantu sistem syaraf, menurunkan toksin alkohol, memelihara fungsi jantung, memeliharan tingkat keasaman lambung.
  • Vitamin B2
    Kandungan Vitamin B2 dalam 10 tablet Spirulina = 140 butir anggur hijau. Memelihara dinding usus, membantu produksi sel darah merah, membantu metabolisme karbohidrat, merangsang kerja enzim
  • Vitamin B3
    Kandungan Vitamin B3 dalam 10 tablet Spirulina = 3 buah jeruk. Mencegah defisiensi / kekurangan asam lambung, memeliharan sistem syaraf.
  • Enzyme SOD
    Mencegah radikal bebas yang kuat, memperlambat penuaan dini, mencegah kanker.
  • Vitamin B12 6X Hati Sapi
    Memelihara sel darah merah, penting untuk inti sel (DNA, RNA), meningkatkan kecerdasan (IQ), memelihara sistem otot, penting bagi vegetarian.
  • Gamma Linolenic Acid (GLA) 3X Evening Primrose
    Mencegah alergi kulit pada anak-anak, memelihara tekanan dan sirkulasi darah, mencegah asma dan kanker, mencegah PMS (Pre Menstrual Syndrome), memperlambat proses penuaan, memelihara kecantikan kulit.
  • Betakaroten 25X Wortel
    Memelihara daya tahan tubuh, menghapus radikal bebas, mencegah kanker – Radikal bebas yang berlebihan dan cadangan antioksidan yang sedikit memudahkan timbulnya sel kanker – Sumber radikal bebas adalah toksin atau bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tercemar, air yang tercemar dan udara yang tercemar; menyebabkan kerusakan sel membran dan inti sel (DNA). Jika berlebihan mengakibatkan mudah sekali terjadi mutasi gen yang akhirnya menjadi sel kanker.
  • Vitamin E 3X Tunas Gandum
    Memperlambat proses penuaan, memelihara kesehatan jantung, sebagai antioksidan, mencegah radikal bebas, meningkatkan daya seks, menghilangkan toksin / racun dalam liver.

Selain itu Spirulina juga mengandung bahan alami yang berguna untuk perawatan kulit dengan sifat melembabkan dan mengencangkan. Spirulina dapat di konsumsi oleh segala usia, dari usia anak – anak sampai dewasa dan tentunya bagi mereka yang membutuhkan tubuh yang sehat .

Efek Samping Spirulina

Meski manfaat Spirulina begitu banyak dan menyehatkan, ternyata ada efek samping dari Spirulina yang bisa dirasakan. Efek samping Spirulina menimbulkan sakit kepala, nyeri otot, demam dan masalah pencernan seperti diare, sakit perut, dan sembelit dalam beberapa kasus.

Selain itu, Spirulina juga menyebabkan alergi dengan ditandai munculnya ruam kulit dan gatal-gatal. Orang dengan alergi terhadap makanan laut, rumput laut, dan sayuran laut lainnya harus menghindari Spirulina. Jika memiliki kondisi tiroid, gangguan autoimun, asam urat, batu ginjal, fenilketonuria (PKU), sedang hamil atau menyusui, Spirulina mungkin tidak sesuai.

Efek samping lainnya yang bisa dirasakan adalah dari masker Spirulina yang bisa terkontaminasi dengan logam berat dan microcystins, serta dapat berinteraksi dengan obat-obat tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, diabetes dan obat immunosuppressant.

Setelah mengetahui manfaat dan efek samping Spirulina, bisa disimpulkan bahwa penggunaan Spirulina harus sesuai dengan kebutuhan dan dosis. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Spirulina agar terhindar dari efek samping yang membahayakan kesehatan.

Penulis Jihan Ramadhan, Mahasiswa Ilmu Kelautaun Universitas Maritim Raja Ali Haji, NIM 180254241051

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •