free page hit counter

KH Said Aqil Siradj: Ada Peran China Sebarkan Islam

TANJUNGPINANG (suarasiber) – KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengungkapkan tentang sejarah keterkaitan antara China dan Indonesia dalam tersebarnya Islam.

“Banyak sekali hubungan China yang bersejarah dengan Indonesia,” kata Kiai Said, saat santunan anak yatim dan buka puasa bersama di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (9/5), sebagaimana dikutip dari nu.or.id.

Menurutnya, pada masa Dinasti Ming, Cheng Ho diutus untuk membangun jalur sutra maritim.

“Pak Jokowi ini kalau membangun tol laut harus meniru dari China yang sudah dilakukan oleh Cheng Ho,” katanya.

Disampaikannya, bahwa Cheng Ho telah tujuh kali melakukan lawatannya ke Indonesia. Salah satu perjalanan Chemg Ho, adalah untuk menemui Sunan Gunung Jati.

Di dalam rombongan itu, termasuk seorang anak Kaisar China. Yang bernama Putri Ong Tien. Putri itu membuat Sunan Gunung Jati tertarik, dan kemudian menikahinya.

Namun, keberadaan Putri Ong Tien tak disukai oleh salah satu istri Sunan Gunung Jati. Sehingga membuat Putri Ong Tien pergi dan menetap di Kuningan, Jawa Barat.

Jin Bun Dirikan Kerajan Demak

Kisah lain yang dikemukakan KH Said Aqil Siradj, adalah tentang Raja Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Sebagai seorang raja, ia memiliki banyak istri yang salah satunya beragama Islam, yakni Dewi Sari, perempuan berasal dari Champa.

Salah satu putra Raja Brawijaya dan Dewi Sari bernama Jin Bun. Namun, Jin Bun diusir dari istana kerajaan karena nakal.

Jin Bun pun pergi ke Surabaya, kemudian bertemu Raden Rahmat atau yang lebih dikenal dengan Sunan Ampel. Pertemuan tersebut membuat Jin Bun masuk Islam, lalu namanya diubah menjadi Raden Fatah.

“Setelah lima tahun (belajar ke Sunan Ampel), Raden Fatah permisi kepada gurunya. Untuk membangun kerajaan Islam. Maka berdirilah kerajaan Islam pertama di Jawa, yaitu Demak Bintoro,” ucapnya.

KH Said Aqil Siradj Kisahkan Raja Majapahit Masuk Islam

Raja Brawijaya V pun mendengar kabar tentang Jin Bun atau Raden Fatah yang telah masuk Islam. Lantas Raja Brawijaya V berkomunikasi dengan putra lainnya, yakni Aryadillah, dengan maksud ‘curhat’ tentang anaknya yang masuk Islam.

Namun, Raja Brawijaya V pun dibuat terkejut. Karena, Aryadillah juga telah memeluk agama Islam.

Tak hanya itu, rakyat Majapahit juga berbondong-bondong memeluk agama Islam. Melihat fenomena tersebut, akhirnya Raja Brawijaya V ikut menjadi mualaf.

“Dengan masuk Islam-nya Raja Brawijaya V. Maka, selesailah riwayat sejarah kerajaan Majapahit yang pernah luas sampai ke Srilanka, sampai ke Filipina Selatan. Nusantara ini semua Majapahit,” ucapnya.

Akhirnya, kerajaan Majapahit dikuasai Kerajaan Demak. Dan, tanpa terjadi peperangan atau mengalirkan darah. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •