free page hit counter

Imagine Dragons “Bakar” Final Liga Champions 2019

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Imagine Dragons, grup band bergenre rock asal Las Vegas, Amerika Serikat, jadi pembuka pertandingan final Liga Champions 2019. Final akan digelar di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, 2 Juni 2019 pukul 02.00 WIB.

Duel bertajuk All English itu, akan memertemukan dua klub papan atas Liga Primer Inggris, Liverpool vs Tottenham Hotspurs. Beberapa menit menjelang laga itu dimulai, Imagine Dragons lebih dulu tampil di opening ceremony.

Penampilan grup musik Imagine Dragons di panggung final Liga Champions, dirilis di portal www.uefa.com. Beberapa lagu akan dibawakan oleh grup band terkenal itu.

Di antara lagu-lagunya yang populer, antara lain Believer, Radioactive dan Thunder. Liriknya membawa pendengar menjadi lebih bersemangat.

Kekuatan Lirik Imagine Dragons

Aksi panggung Dan Reynolds dan teman-temannya diharapkan memberikan semangat di
Estadio Wanda Metropolitano. Foto – Instagram.com/imaginedragons

Seperti lagu Thunder, yang mengisahkan tentang seorang pemuda yang bersemangat tinggi. Meski banyak orang menghinanya. Namun, dia tetap kukuh.

Semangatnya ibarat petir yang bisa membakar batang pohon hingga terbakar. Hingga orang-orang yang mencemoohnya berbalik kagum. Begitulah salah satu kekuatan lirik lagu grup cadas ini.

Musik rock dengan lirik yang membakar semangat itu, memang sesuai ditampilkan. Menjelang laga panas di final Liga Champions 2019. Apalagi, Liverpool dan Tottenham sama-sama punya motivasi kuat.

Baca Juga:

Kurma dan Sajadah Itu Datang ke Masjid di Pelosok

Mantan Jaksa di Tanjungpinang Tahan Eks Bupati Trenggalek

Zaman Modern Lebih Gila Dibanding Zaman Kuno

4 benda Rumahan Ini Ampuh Bersihkan Smartphone

Liverpool yang sudah beberapa kali menjadi juara Liga Champions, perlu piala. Sebagai bukti ketangguhan dan gigihnya mereka di tahun ini.

Apalagi di Liga Inggris musim 2018/2019, mereka kalah 1 poin dari Manchester City. Padahal, sepanjang musim ini mereka hanya kalah 1 kali. Dan, mengumpulkan 97 poin tapi tetap gagal jadi juara.

Sementara itu, Tottenham berambisi menjadi juara untuk pertama kalinya. Sekaligus menciptakan sejarah baru bagi tim asal London ini.

Meski di laga final, mereja tak bisa diperkuat oleh penyerang andalannya, Harry Kane, karena cedera. Namun, ada penyerang asal Korsel yang sedang on fire, Son Heung-min.

Faktor Pelatih

Imagine Dragons on stage. Foto – Instagram.com/imaginedragons

Ketiadaan Harry Kane, diprediksi jadi salah satu faktor pembeda di laga yang akan dibakar dengan lagu Imagine Dragons. Selain itu, faktor pelatih juga bakal jadi pembeda penting.

Bagi pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, ini laga final Liga Champions yang ketiga kalinya. Sekali bersama Borussia Dortmund 2012/2013. Kemudian tahun 2017/2018 bersama Liverpool.

Di dua laga final itu, Klopp gagal meraih juara alias kalah terus. Ini menjadi laga final ketiganya, dan yang kedua berurutan bersama Liverpool. Klopp akan berusaha dengan segala strategi, untuk menjadi juara.

Sementara bagi Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur ini finalnya yang pertama di Liga Champions. Dia juga mengusung ambisi juara di kesempatan pertama.

Imagine Dragons diharapkan akan membuat final sesama tim Inggris ini bertambah semangat. Menarik untuk dinantikan. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •