free page hit counter

Di Resun, Ada Pemandangan Air Terjun Indah

LINGGA (suarasiber) – Desa Resun, Daik, Lingga, Kepri terdapat sebuah pemandangan air terjun indah. Warga setempat menyebutnya Air Terjun Resun. Air terjun ini masih perawan, setidaknya hingga hari ini masih bisa dinikmati keasliannya.

Pemandangan air terjun indah di Desa Resun ini bisa dijangkau dari Pelabuhan Seitenam. Ada kapal yang setiap hari berangkat dari Pelabuhan Sri Bintanpura, Tanjungpinang ke Lingga. Salah satu pelabuhan yang disinggahi adalah Seitenam tadi.

Dari sini, banyak kendaraan roda empat yang difungsikan sebagai angkutan. Jika tak ada yang menjemput, ada juga angkutan umum. Selanjutnya perjalanan akan melintasi hutan di kanan kiri aspal yang masih mulus.

Pemandangan Air Terjun Indah yang Tersembunyi

Dari bangunan panggung ini, pengunjung akan menyatu dengan alam. Foto – nurali/suarasiber

Kira-kira 30 menit perjalanan melewati jalan yang berkelok, sampailah di pintu gerbang Air Terjun Resun. Meski kendaraan menggoyang-goyang tubuh kalian mengikuti jalan, namun pemandangan yang indah di kanan kiri membuat ketidaknyamanan tadi hilang.

Jangan bayangkan Air Terjun Resun sudah dilengkapi gerbang yang elok. Beruntung jalan masuk dari jalan raya ke puncak sudah diaspal. Cukuplah itu membuat perjalanan kalian lebih mudah.

Perlu mengeluarkan uang tiket yang jumlahnya tak sebenarapa, berkisar Rp2.000 per kepala, kalian bisa langsung masuk.

Melihat pepohonan tinggi menjulang di kanan kiri jalan masuk, bayangan air terjun pasti menggoda dan bermain-main di kepala kalian. Jalan menanjak dengan beberapa kelokan yang tak tajam.

Hingga menjumpai batas jalan aspal, ada tanah agak lapang. Di sinilah kendaraan harus diparkir. Selanjutnya perjalanan dilakukan dengan menapak jalan setapak yang juga sudah diperkeras.

Tak sampai 10 menit, pemandangan air terjun indah sudah ada di hadapan mata. Indah, memang indah.

Kawasan Wisata yang Masih Terjaga

Pesona utamanya tetap Air Terjun Resun dengan airnya yang berundak. Kalian bisa menikmati sungai di bawah guyuran air atau naik ke atas bukit. Jika ingin ke atas, hati-hati, jalannya kecil. Jangan sampai terpeleset.

Seperti lokasi air terjun kebanyakan, selain pepohonan pasti ada bangunan pendukung seperti pondok dan bebatuan. Bedanya, di sini semuanya masih bersih. Bebatuannya menyimpan warna asli, bukan lagi semprotan cat pylox dengan kata-kata norak.

Sungainya masih alami. Hanya ada beberapa batu buatan yang bermanfaat bagi pengunjung memijakkan kakinya saat melintasi aliran air. Batu buatan ini juga sebagai semacam batu lompatan untuk menyeberang ke sisi sungai yang lain.

Airnya yang jernih biasanya membuat para pengunjung tak tahan untuk tidak masuk. Kalaupun tidak mandi, ya sekadar membasahi kaki bagian bawah dengan celana panjang yang digulung.

Secara umum, pemandangan air terjun indah di tempat ini masih terjaga. Juga tak banyak terlihat sampah.

Fasilitas Umumnya Memadai

Surau, toilet dan kedai menjadi fasilitas pendukung Air Terjun Resun
WC umum dan surau yang melengkapi lokasi wisata air terjun Resun. Foto – nurali/suarasiber

Meski ada di tengah perkampungan, pemerintah sudah mengupayakan fasilitas pendukung air terjun ini. Diantaranya kedai, gazebo dan surau.

memang kedai yang dibangun berupa bangunan sederhana beratap. Kedai baru akan buka jika hari libur atau musim liburan. Karena yang datang ke sini pada hari biasa tak banyak, kedai juga tak buka setiap hari. Tergantung jumlah pengunjung yang masuk.

Gazebo atau pondok-ponoknya lumayan bagus. Dibangun dengan sistem rumah panggung, bilah-bilah kayu sebagai jembatan ada di atas ketinggian. Dibuat berbelok-belok untuk menambah kesan mendalam.

Sementara sebuah surau ada di tepi jalan, cukup untuk berjamaah 10 orang. Sayang tidak dilengkapi pipa air untuk berwudu. Wudu bisa dilakukan di toilet atau di pancuran.

Menikmati pemandangan indah air terjun di objek wisata ini bertambah alami. Suara hewan khas pegunungan “meraung” sepanjang waktu. Bias-bias air terjun terbawa angin, menerpa wajah dan kulit tubuh.

Satu-satunya yang menjadi masalah bagi pelancong yang ingin bermalam ialah penginapan. Tak ada penginapan atau hotel di lokasi air terjun ini. Kecuali kalian izin bermalam di rumah penduduk.

Namun ada jalan keluarnya. Jika kalian datang rombongan bisa mencoba untuk bermalam di tenda. tentu saja harus izin pada penjaga pintu gerbang masuk. (man)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •