free page hit counter

Camat Jemaja Keluhkan Jaringan Internet Telkomsel

JEMAJA (suarasiber) – Sulitnya berkomunikasi menggunakan ponsel dengan jaringan Telkomsel meresahkan warga Kecamatan Jemaja, Anambas. Krisis jaringan internet pun dirasakan warga juga pejabat.

Camat Jemaja, Abdullah Sani menjelaskan krisis jaringan telekomunikasi di wilayahnya bukan sehari dua hari. Melainkan sudah berbulan-bulan.

“Sudah lama. Diperkirakan berbulan-bulan jaringan internet dan telepon Telkomsel sangat sulit dinikmati masyarakat. Termasuk saya,” aku Abdullah Sani, Sabtu (11/5/2019) kepada suarasiber.

Di zaman sekarang, salah satu cara berkomunkasi dengan cepat ialah menggunakan ponsel. Namun nyatanya masyarakat Jemaja, sebut Abdullah Sani, belum bisa melakukan panggilan secara lancar. Apalagi untuk mengakses dunia maya dengan jaringan internet.

Jaringan Internet Bulan Ramadan

Bagi masyarakat Jemaja, bulan Ramadan menjadi salah satu kesempatan untuk saling menghubungi kerabat di luar. Sekadar mengingatkan berbuka, sahur atau hal lain. Termasuk rencana kepulangan atau mudik.

Namun hal seperti itu susah dilakukan. Masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia ini pun berharap Telkomsel segera melakukan pembenahan jaringan internet.

Abdullah Sani berharap, masuknya jaringan internet di Jemaja akan membantu membuka wawasan bagi masyarakat. Sebab, di internat begitu banyak informasi yang bisa diperoleh secara gratis. Diantara sekian banyak ilmu, pasti ada yang bisa diterapkan di masyarakat.

“Tetapi itu belum sepenuhnya bisa dirasakan masyarakat. Jangankan untuk membuka internet, untuk menelepon saja susah,” ungkap Abdullah Sani.

Baca Juga:

Kelulusan, Pelajar Diminta Tak Konvoi dan Mabuk

Top Skor Liga Inggris 2019 Disabet 3 Pemain

Ini Wajah Anggota DPD RI 2019 – 2024 dari Kepri

Selamat Jalan Bang Cuan (Indra Cahyadi Wijaya)

Beberapa warga kepada suarasiber juga menyampaikan keluhannya. Mengisi waktu luang di bulan Ramnadan, sebenarnya internet bisa menjadi pilihan. Bisa mendengarkan ceramah agama melalui website dengan konten video.

“Jaringan yang tidak mendukung. Lama tak bisa nonton Youtube,” ujar seorang warga.

Mayoritas Pakai Telkomsel

Dari keterangan Camat Jemaja Abdullah Sani, mayoritas warga setempat menggunakan jasa Provider Telkomsel. Memang ada dua tower BTS di Jemaja, milik Telkomsel dan Indosat. Namun menurut Abdullah Sani pengguna Telkomsel lebih banyak.

“Di sini jaringan Telkomsel sudah 3G, sementara Indosat masih 2G. Namun 3G-nya juga belum sepenuhnya bisa diakses,” terangnya.

Tidak berani memastikan, namun Abdullah Sani memperkirakan jika Indosat meningkatkan kualitas 2G ke 3G, akan terjadi migrasi. Tentu saja masyarakat akan melakukan perbandingan kualitas layanan. salah satunya ialah kelancaran jaringan internet.

Seorang wartawan media online, Erwanto mengeluhkan leletnya jaringan Telkomsel. bahkan ia mengatakan akses internet di Jemaja sama sekali tak bisa dibuka.

Ia pun kesulitan untuk mengupdate berita di portalnya. “Jaringan Telkomsel di Kecamatan Jemaja sama sekali tak bisa dinikmati masyarakat dalam beberapa bulan ini. Entah ada kerusakan apa pada tower Telkomsel,” tanyanya.

Warga pun terpaksa menggunakan cara-cara unik untuk bisa melakukan komunikasi. Untuk menelepon misalnya, ada yang mematikan ponsel kemudian menyalakannya kembali (reset). Setelah itu dicoba untuk menelpon kembali.

“Saya sebagai konsumen Telkomsel merasa dirugikan. Sebagai jurnalis setiap hari saya membuat berita dan mengirimnya, membutuhkan jaringan internet. Saya sudah membeli paket internet, tetapi tak bisa digunakan,” kata Erwanto.

Terus Mencari Solusi

Menghadapi krisis jaringan telekomunikasi di wilayah Kecamatan Jemaja, Camat Abdullah Sani menyebutkan akan berusaha mencari solusinya. Ia pun bukan satu dua kali melaporkan persoalan ini ke Pemkab Anambas.

Pemkab pun memiliki tekad untuk membantu menyelesaikan krisis jaringan internet ini. Namun Abdullah Sani belum bisa menyebutkan solusi seperti apa yang akan dipilih nanti. Karena ini berhubungan dengan teknologi informasi, tentu sebelum diputuskan dilakukan pembahasan mendalam.

Kepada masyarakat Jemaja, Abdullah Sani meminta tetap sabar karena pemerintah juga tidak tinggal diam. Bahkan hingga saat ini masih melakukan berbagai upaya agar seluruh wilayah Anambas tercover jaringan internet. (hs)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •