free page hit counter

Berkurangnya Ikan di Lautanku

Perkembangan sektor perikanan saat ini bisa dikatakan cukup baik, dengan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki lautan yang lebih luas dibandingkan daratan, kurang lebih 96% luas lautan dan 4% luas daratan.

Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang beragam, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau, sumberdaya perikanannya cukap berlimpah, dan memiliki ekosistem terumbu karang, lamun dan mangrove yang masih terjaga kelestariannya.

Pulau Tarempa Timur terletak di Kabupaten Kepualaun Anambas yang merupakan salah satu bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, yaitu merupakan tempat tinggal saya. Aktivitas perikanan di Kabupaten Kepulauan Anambas cukup padat, berupa nelayan yang menangkap ikan menggunakan pancingan, bubu, jaring ingsang, bagan, kelong dan masih banyak lagi alat tangkap yang nelayan gunakan.

Bukan hanya ikan yang menjadi target nelayan tetapi juga gamad menjadi salah satu target tangkapan nelayan karna memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dengan menggunakan mesin kompresor nelayan berani menyelam ke laut dengan kedalaman 6-7 meter bahkan lebih untuk mendapatkan gamad.

Nelayan bermodalkan selang oksigen yang terhubung di atas pompong. Penyelaman itu mereka lakukan tanpa bantuan alat selam seperti scuba yang sudah dijamin setandarnya.

Aktivitas perikanan lainnya yang ada di Anambas berupa keramba apung dan keramba tancap milik nelayan. Di dalam keramba itu banyak terdapat bermacam jenis ikan kerapu yang dilakukan pembesaran. Juga ikan napoleon yang memiliki harga jual tinggi dan menjadi ikan yang dilindung karena terancam punah.

Ikan jenis ini banyak terdapt di perairan kepulauan Anambas. Benih ikan napoleon itu ditangkap langsung oleh nelayan di alamnya dan hasil tangkapan tersebut biasanya langsung dijual atau dilakukan pembesaran di keramba. Setelah berukuran cukup besar maka ikan tersebut dijual.

Jika hal ini tidak dilakukan pengelolaan oleh pemerintah bisa jadi ikan tersebut betul-betul punah.

Sewaktu saya kecil, saya sering memancing di pinggir pantai, di dermaga bahkan di pelantar rumah warga yang berada di pinggiran pantai. Memancing untuk mendapatkan ikan bisa saya katakana sangat mudah, karena dengan bermodalkan pancingan dan umpan seadanya saja saya bisa mendapatkan ikan cukup banyak untuk dijadikan lauk.

Jika kita berdiri di dermaga dan melihat ke dalam air, masih banyak dijumpai berbagai jenis ikan. Tetapi lama kelamaan dengan perkembangan jaman seperti sekarang ini sudah jarang saya jumpai ikan ikan di dermaga dan pingiran pantai.

Bahkan disaat saya SMA, sudah begitu sulit mendapatkan ikan di dermaga dan pinggiran pantai. Saat ini hal itu bertambah sulit.

“Sekarang ikan sudah susah untuk didapatkan, harus memancing dilaut jauh dulu baru bisa mendapatkan ikan yang harga jualnya tinggi,” ujar Eman selaku nelayan setempat.

Sebenarnya apa sih yang terjadi? dan kemana perginya ikan-ikan yang dulunya bayak dipinggiran pantai? Itu semua karena kurangnya pengelolaan pemerintah dan membiarkan reklamasi pantai serta pembangunan yang dilakukan di pinggiran pantai.

Harapannya semoga pemerintah bisa memperbaiki sistem pengelolaan perikanan supaya kedepannya biota tidak terancam punah.***

Penulis Feni Yanto, NIM 160254242015

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •