free page hit counter

Marhaban Ya Ramadhan, Ini Doa Berbuka Puasa

Sebentar lagi muslim di dunia akan kembali menjalankan ibadah puasa. Datangnya awal Ramadhan 1440 H pada awal Maret 2019. Pemerintah biasanya akan mengumumkan awal bulan suci ini. Sudahkah Anda tahu doa berbuka puasa Ramadhan?

Di antara sunnah puasa Ramadhan adalah menyegerakan berbuka dan membaca doa buka puasa.

Perlu diketahui bahwa dalam hadits tidak hanya satu bentuk doa. Ada beberapa yang bisa diamalkan karena derajat haditsnya shahih atau setidaknya hasan. Dan ini justru memudahkan kita hendak memilih yang mana.

Doa Dzahabadzoma’u

Doa berbuka puasa Dzahabadzoma'u

Artinya: Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah

Sebagian ulama menilai doa ini paling baik derajat haditsnya sehingga banyak ulama menyimpulkan bahwa doa inilah yang paling utama dibaca sebagai doa buka puasa.

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daruquthni, dihasankan Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Irwaul Ghalil, Misykatul Mashabih dan Shahih Abi Dawud.

Dalam Fiqih Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq menegaskan keshahihan doa ini. Demikian pula Syaikh Yusuf Qardhawi, beliau mencantumkan doa ini sebagai doa yang shahih dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam Fiqhush Shiyam.

Doa Allahumma Laka Shumtu

Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka, Maha besar Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih, namun didhaifkannya dalam Shahih wa Dhaif Al Jami’u Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.

Dua doa di atas dilansir dari berdakwahbersama.net. Doa yang populer ini juga dicantumkan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah sebagai doa buka puasa setelah beliau mencantumkan doa pertama di atas. Yang artinya, kedua doa ini boleh dipilih.

Doa Berbuka Puasa Gabungan

Doa berbuka puasa gabungan

Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap.

Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Doa yang ketiga dilansir dari nu.or.id, disebutkan doa ini ditutup dengan permohonan ampun. Penutup doa ini menjadi menarik karena kemungkinan banyak pelanggaran yang semestinya tidak dilakukan orang berpuasa. Pelanggaran-pelanggaran itu memang tidak membatalkan tetapi bisa saja merusak pahala puasa.

Kita bisa jadi hanya berpuasa secara formal, namun kehilangan semangat puasa. Contoh pelanggaran yang mungkin ialah kurang syukur, kurang sabar, atau merasa diri perlu dihormati karena puasanya, atau merasa diri lebih tinggi di hadapan Allah karena puasa. Wallahu A’lam. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •