free page hit counter

Lis Darmansyah dari Kuli Bangunan ke Politik

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Banyak yang tahu, Lis Darmansyah (49), pernah menjadi Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, dan Wali Kota Tanjungpinang. Tapi sedikit yang tahu, beratnya perjalanan hidupnya.

Masa sulit sudah dijalani saat dia harus yatim sejak usia 4 tahun. Lis dan saudaranya dibesarkan oleh ibunya almarhumah Hj Siti Halimah Tun Sa’dah Binti Muhammad Bachry. Sendirian.

Hidup serba prihatin sudah dijalani sejak usia balita. Tak heran sejak masih sekolah dasar (SD), Lis yang bersekolah di SDN 28 Tanjungpinang sudah bisa mandiri.

Bangun subuh, usai salat langsung mengantarkan kue buatan ibunya ke kedai-kedai. Usai mengantarkan kue, baru berangkat sekolah.

Pulang sekolah segala pekerjaan dilakukan untuk membantu ibunya. Bahkan, sejak SD dia juga sudah bisa mencari uang sendiri. Lis kecil, menjual tenaga sebagai kuli bangunan.

Hal itu terus berlanjut saat duduk di bangku SMPN 3 Tanjungpinang. Karena kondisi, Lis harus melanjutkan sekolahnya ke SMA di Jakarta, dan menamatkan pendidikan tinggi perhotelan di Bandung.

Lis sempat melanglang buana hingga ke Inggris, dan Swiss, sebelum diharuskan pulang oleh ibunya. Di Tanjungpinang, suami dari Hj Yuniarni Pustoko Weni ini, terjun ke dunia politik.

Padahal dia tak pernah bercita-cita jadi politikus. Terjun ke politik karena tak sengaja.

Awalnya Lis hanya berniat membantu temannya dari Partai PDIP Tanjungpinang. Untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg). Semacam tim sukses di masa sekarang.

Wajar saja Lis diminta menjadi tim sukses. Karena, jaringan pertemanannya bertebaran di segala penjuru. Sukses mengantarkan temannya, membuat temannya itu sangat terkesan.

Diapun yakin Lis juga bisa masuk ke lembaga dewan. Di pikiran temannya itu, orang lain saja bisa diantarkannya, apalagi untuk dirinya sendiri.

Awalnya Lis menolak keras, karena dia tak punya keinginan menjadi anggota dewan. Segala bujuk rayu dari temannya, tak mempan meluluhkan hati Lis. Lis baru luluh setelah mendapat pencerahan dari ibunya.

Namun dengan pesan dan catatan: Jika sudah masuk ke politik dan bisa menjadi anggota dewan, dia diminta fokus dan total. Total untuk memerjuangkan masyarakat luas.

Inilah yang terus dianuti oleh Lis dari sejak tahun 2000 hingga sekarang. Jabatan apa saja yang diembankan, digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

Lis, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kepri, berpengalaman di legislatif, dan eksekutif.

Sebagai anggota legislatif sudah dijalani sejak dari tingkat Kota Tanjungpinang hingga Provinsi Kepri. Di eksekutif, Lis juga berpengalaman memimpin Kota Tanjungpinang sebagai wali kota. (mat)

Bagikan berita
  • 164
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •