free page hit counter

Belitung Sukses Eskpor 45 Ton Ikan Kerapu ke Hongkong

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Rentang waktu januari – Maret 2019, petani ikan kerapu di Belitung, Babel, mampu mengekspor 45 ton ikan kerapu ke Hongkong. Selama itu, sudah tiga kali ekspor dilakukan.

Terbaru ialah ekspor 15 ton ikan kerapu ke Hongkong pada pertengahan maret lalu. Nilainya Rp1,65 miliar, diekspor langsung dari Belitung ke Hongkong.

Ekspor dilakukan oleh PT Putri Ayu Jaya dengan menggunakan kapal angkut MV Cheung Kam Wah. Pelepasan ekspor dihadiri oleh petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belitung; Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang; Syahbandar Pelabuhan Tanjung Pandan; petugas Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tanjung Pandan; Imigrasi Tanjung Pandan; dan Bea Cukai Belitung.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto mengatakan, ekspor kerapu per Maret masih berjalan normal. Menurutnya aktivitas ekspor dari Belitung menjadi bukti bahwa ekspor melalui jalur laut masih berjalan seperti biasa.

Baca Juga:

Mbak Tutut Tempuh Ratusan Km agar Bisa Panen Raya Bersama Masyarakat

Rakerda Persakmi Kepri Hasilkan 3 Program Kerja Utama, Salah Satunya Advokasi

Jelang Deadline Sejumlah Anggota Panitia Pileg 2019 di Tanjungpinang Undur Diri

Partai Berkarya Gagas Pesantren Mandiri berbasis Internet

“Pada titik-titik sentral produksi kerapu seperti Belitung, Bintan, Bali, dan titik utama lainnya, aktivitas ekspor masih berjalan normal. Artinya kegiatan usaha budidaya kerapu masih berjalan baik di sentra-sentra produksi,” tutur Slamet di Jakarta, belum lama ini, seperti dikutip suarasiber.com dari kkp.go.id.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri menjelaskan, saat ini kondisi ekspor kerapu Belitung masih normal. Biasanya ekspor dilakukan sebulan sekali, kecuali pada momen Imlek di mana ekspor bisa meningkat hingga 2 kali lipat.

“Ada korelasi momen Imlek dengan frekuensi ekspor kerapu. Biasanya pengiriman kerapu sebulan menjelang imlek frekuensi ekspornya meningkat yakni bisa 2-3 kali per bulan,” ungkap Firdaus.

Sentra kerapu di Belitung ada di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau; Desa Tanjung Rusa,
Kecamatan Membalong; dan Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik. Pihaknya masih mengharapkan dukungan dari KKP khususnya bantuan benih kerapu.

“Saat ini, jumlah pembudidaya kerapu di Kabupaten Belitung sebanyak 148 rumah tangga perikanan (RTP) dengan jumlah unit sebanyak 1.710 yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Belitung. Normalnya aktivitas ekspor telah memicu peningkatan animo masyarakat untuk budidaya kerapu,” lanjutnya.(mat)

Bagikan berita
  • 95
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •