free page hit counter

Lemdiklat Polri dan Semangat Melahirkan Awaloedin Awaloedin Baru

MOJOKERTO (suarasiber) – Hari ini Polri berduka dengan berpulangnya mantan Kapolri Awaloedin Djamin. Awaloedin adalah tokoh Polri yang menjadi panutan dan sumber inspirasi. Semangat yang ada dalam jiwa almarhum itulah yang terus dipompa Kalemdiklat Polri, Komjen Arief Sulistyanto.

Malakukan Safari ke Lembaga Pendidikan Polri di Jawa Timur, Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto selalu menanamkan semangat dan bangga sebagai pendidik, instruktur, pelatih maupun tenaga kependidikan. f-istimewa

Di tengah safarinya ke Lembaga Pendidikan Polri di Jawa Timur, Arief terus memompa semangat para instruktur dan tenaga pendidik di jajaran Lemdiklat Polri untuk melahirkan Awaloedin Awaloedin baru di Kepolisian RI.

Saat memberikan pengarahan kepada jajaran SPN Mojokerta dan para siswa Bintara, Arief mengawali dengan pepatah “Patah Tumbuh Hilang Berganti – Gugur Satu Tumbuh Seribu”. Pepetah yang dimaknai sebagai proses regenerasi dan kaderisasi Polri harus dilakukan dengan seksama untuk melahirkan generasi-generasi penerus yang lebih baik dari sebelumnya.

“Regenerasi tidak akan ada manfaatnya bila tidak disertai dengan kaderisasi pemimpin Polri masa depan yang profesional dan berintegritas,” ujar Arief.

Baca Juga:

Ketika Madu Terasa Sangat Pahit bagi Helpi Nora

Sebagian Besar Kunjungan Wisman ke Kepri Masuk Melalui Batam

Salat Gaib dan Bendera Setengah Tiang untuk Jenderal Purn Awaloedin Djamin

Ani Yudhoyono Sakit, SBY Urung Berkunjung ke Tanjungpinang

Tugas itu sebagian besar menjadi tanggung jawab Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri yang mencetak dan membekali anggota baru dan calon pemimpin baru dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta penanaman nilai-nilai integritas yang tinggi. Setiap angkatan anggota baru akan berdinas setidaknya selama 30 tahun ke depan, sehingga merekalah yang akan menjalankan roda operasional Polri di masa depan.

Oleh karena itu Arief menekankan bahwa tugas penanaman ilmu dan nilai-nilai etika profesi melalui proses pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan Polri. Tidak terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa Lemdiklat Polri bertanggung jawab menentukan masa depan Polri.

Peran ini dilakukan oleh para guru, instruktur dan pelatih yang setiap hari memberikan ilmu dan melatih calon anggota Polri. Arief selaku Kalemdiklat terus menggelorakan semangat dan motivasi kepada mereka untuk bangga menjadi guru dan instruktur karena masa depan Polri ditangan mereka.

Kepada suruh jajaran Lemdiklat Polri Arief mengatakan, “Masa depan Polri di tangan kita. Kita harus bangga diberi peran sebagai sebagai pendidik, instruktur, pelatih maupun tenaga kependidikan.” (mat)

Bagikan berita
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •