Sabtu, 29 November 2025

Kapal Akok Selamatkan 3 Nelayan di Perairan Mapur

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Tenggelamnya kapal ikan nelayan Galangbatang, Bintan, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 07.00, dan menyebabkan 3 orang nelayan harus terkatung-katung di laut terbuka hingga sekitar 7 jam, ternyata disebabkan pecahnya kapal akibat diempas gelombang di perairan timur Pulau Bintan yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan.

Hal ini terungkap dari kronologi kejadian tenggelamnya kapal nelayan, dan penyelamatan 3 awaknya yang disampaikan Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning kepada wartawan, Minggu (27/1/2019).

Menurut keterangan korban Jupri (tekong kapal), kejadian berawal ketika Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 03.00, Jupri bersama 2 orang kawannya, Andi (16) dan Ande (46), berangkat menuju arah Tanjungberakit. Mereka bertiga berangkat menggunakan kapal pompong ukuran 36 kaki.


Sekitar pukul 07.00, angin kencang yang membuat gelombang tinggi datang. Kapal pompong yang mereka gunakan diempas gelombang. Kuatnya empasan membuat bagian bawa kapal pecah. Akibatnya, kapal pompong yang gunakan mulai tenggelam. Saat tenggelam itu hanya sepotong tutup fiber penyimpan ikan yang masing terapung. Tutup fiber itulah yang mereka gunakan untuk mengapung bergantian hingga diselamatkan.

Sekitar pukul 10.30, piket Pawas Polsek Gunung Kijang Iptu RM Isa, menerima telpon dari Ketua RT Kampung Masiran bahwa ada warganya yang mengalami bot pecah di laut sekitar Pulau Nikoi. Selanjutnya anggota piket Yanmas Polsek Gunung Kijang beserta Pawas langsung melakukan koordinasi dengan pihak Basarnas. Dan, melakukan pencarian di tempat yang diinfokan dengan menggunakan kapal Ikan KM PJK GT.28NO.004/GGF milik Akok.

Sekitar pukul 14.00, korban bersama rekannya telah ditemukan di sekitar perairan Pulau Mapur oleh tim yang dipimpin Iptu RM Isa dalam keadaan selamat. (mat)

Baca Juga:

Dramatis, Sekeping Penutup Kotak Fiber Selamatkan 3 Nyawa Nelayan

Kapolres Tanjungpinang Guyurkan Air ke Kepala Sejumlah Remaja

Mencumbu Pantai Lagoi dan Kegembiraan Para Bule “Terbang” di Atas Air

Lembu Laut 200 Kg Ditemukan Mati di Pantai Sebong Pereh, Bintan

Ada Mercusuar di Bukit Semprong

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

UMKM Bangkit! Desa Ekang Anculai Sajikan Festival Kuliner Tradisional dan Pawai Budaya 2025

Salah satu objek wisata di Ekang Anculai. Foto - Istimewa via Instagram travel_tanjungpinang

DPRD dan Pemkab Bintan Sahkan Ranperda APBD 2026, Bupati Roby Tegaskan Komitmen Pembangunan Daerah

new.suarasiber.com/,( Bintan ) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Peringati Hari Guru Nasional 2025, Bupati Bintan: “Guru Adalah Pilar Kemajuan Bangsa”

new.suarasiber.com/,( Bintan ) - Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Upacara...

APBD 2026 Dibahas: Bupati Roby Hadirkan Dua Ranperda Strategis di Rapat Paripurna DPRD Bintan

new.suarasiber.com/,(Bintan) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan...