free page hit counter

Tim Pengendali Inflasi Daerah Pemko Tanjungpinang Terbaik di Kepri Versi Bank Indonesia

Kebanggan kembali melingkupi Pemerintah Kota Tanjungpinang. Oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau, Kota yang kini dipimpin duet H Syahrul SPd dan Hj Rahma SIP. Kerja keras Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)-nya diganjar Stakeholder Award.

Pemerintah Kota Tanjungpinang pada Kategori Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik Se-Kepri untuk Kota Sampel Perhitungan Inflasi. Penghargaan bergengsi ini diterima langsung Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd dari Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra. Acaranya berlangsung di Grand Ballroom Hotel Radison, Batam, tanggal 4 Desember 2018 lalu.

Ada beberapa hal yang dinilai oleh peniata Stakeholder Award Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau. Beberapa kriteria yang akhirnya mengunggulkan Pemerintah Kota Tanjungpinang ada pada kriteria rapat koordinasi capaian inflasi, kegiatan intervensi harga, komunikasi/ekspektasi inflasi, rapat yang dipimpin oleh Ketua TPID dan implementasi kerja sama antar daerah.

Penyerahan penghargaan Stakeholder Award Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau ini disejalankan dengan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau dengan tema “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra dalam sambutannya mengatakan tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi secara global tidak merata dan penuh ketidakpastian.
Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2019 mendatang. Setidaknya, Raizal mengatakan ada tiga hal penting yang harus dicermati dalam pertumbuhan ekonomi tersebut.

“Pertama, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 diperkirakan 3,73 persen kemungkinan akan melandai ke 3,70 persen di 2019. Kedua, kenaikan suku bunga bank sentral akan diikuti oleh normalisasi kebijakan moneter di Eropa dan beberapa negara maju lainnya dan ketiga, ketidakpastian dipasaran keuangan global mendorong tingginya premi resiko investasi di negara Energinya Market termasuk Indonesia,” ungkap Raizal.

Ditengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif, kinerja perekonomian Indonesia pada 2018 ini cukup baik dengan stabilitas yang tetap terjaga dan momentum pertumbuhan yang berlanjut. Raizal juga mengatakan inflasi sepanjang 2018 tetap rendah dan karenanya mendukung peningkatan daya beli masyarakat.

“Ke depan, prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran 3,5+1 persen dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan dan stabilnya nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd mengatakan ia sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diperoleh Kota Tanjungpinang sebagai TPID terbaik Se-Kepri.

Namun begitu, Syahrul tak ingin mengatakan bahwa keberhasilan itu diperoleh berkat kerja keras dan upaya serius dari sejumlah pihak. Dengan bijaksana ia mengatakan, “Ini adalah prestasi kita semua, prestasi TPID yang telah bekerja keras untuk menekan angka inflasi yang selalu berada diposisi stabil Se-Kepri.”

Penghargaan yang diberikan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau ini diharapkan Syahrul bukan sesuatua untuk membuat lena. Namun harus dijadikan momen untuk bisa melakukan sesuatu lebih baik, setidaknya mempertahankan apa yang sudah dicapai selama ini.

“Semoga kita bisa kembali mempertahankan dan konsisten dalam melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” ungkap Syahrul.

Selama ini menurut Syahrul, angka inflasi di Kota Tanjungpinang sangat membanggakan dan selalu di bawah angka inflasi Kota Batam bahkan Nasional. “Berdadarkan hasil rapat TPID awal November lalu, perkembangan inflasi di Kota Tanjungpinang pada bulan Oktober, mengalami inflasi sebesar 0,29 persen di banding Batam yang berada di angka 0,13 persen dan Nasional 0,28 persen. Tetapi jika di lihat dari Januari hingga Oktober 2018 ini inflasi Kota Tanjungpinang masih di bawah Batam dan Nasional sebesar 1.61 persen,” Syahrul menjelaskan dengan menyebut angka-angka.

Syahrul juga berterima kasih kepada seluruh TPID yang telah solid dalam mempertahankan angka inflasi yang selalu stabil dan terus membaik. “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim TPID beserta seluruh stakeholder yang tergabung dalam mempertahankan angka inflasi Kota Tanjungpinang pada posisi stabil dan aman. Untuk itu, kita harus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan lain sebagainya di Kota Tanjungpinang,” ungkap Syahrul.

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi.

Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. ***

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •